Kekhawatiran Presiden terhadap Piala Dunia direspon Menpora dalam bentuk ketertarikan

Kekhawatiran Presiden terhadap Piala Dunia direspon Menpora dalam bentuk ketertarikan

JAKARTA (Servisenta) – Menteri Pemuda dan Olahraga Eric Thohir menanggapi kekhawatiran Presiden Prabowo Subianto terhadap kegagalan tim nasional sepak bola Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 dan menggambarkannya sebagai bentuk kepedulian kepala negara untuk mengembangkan olahraga Indonesia.

“Bapak Presiden (Prabow Subianto) secara simbolis yakin bahwa maksud dan tujuan beliau tidak hanya terbatas pada sepak bola, tetapi semua cabang olahraga yang memberikan kontribusi luar biasa bagi citra dan kehormatan bangsa,” kata Eric Thohir kepada awak media di Jakarta, Jumat.

Keprihatinan tersebut diungkapkan Presiden saat menyampaikan sambutannya pada peluncuran program wajib biodiesel B50 di rest area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).

Menurut Menpora, apa yang disampaikan Presiden menunjukkan bahwa kepala negara sangat memahami peran olahraga dalam mengangkat nama baik bangsa di kancah global.

Baca juga: PSSI Tanggapi Usai Prabowo Khawatir Indonesia Belum Lolos ke Piala Dunia

Baca juga: Prabowo Soroti Budaya Tak Apresiasi Prestasi Nasional

Tak hanya itu, kata dia, petinggi Indonesia ini juga menyadari pentingnya pemusatan latihan nasional (pilatnas) jangka panjang untuk mempersiapkan atlet berprestasi di kancah internasional.

“Pada dasarnya tidak ada program olah raga yang jangka pendek, itu yang dikatakan (Presiden Prabowo Subiantiyo). Alhamdulillah beliau juga menyebut Menteri Keuangan, jadi pantas,” ujarnya merujuk pada pentingnya dukungan anggaran untuk memenuhi kebutuhan pemusatan latihan jangka panjang.

Menpora menambahkan, pihaknya terus mendorong pelatnas dalam jangka panjang karena para atlet harus mempersiapkan diri dengan matang agar bisa mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang seperti Asian Games Tenggara, Asian Games, dan Olimpiade.

Ditambahkannya, “Persiapan Olimpiade 2032 tidak mungkin sampai tahun 2031, tidak mungkin. Pada Asian Games Tenggara tahun depan, pelatnas tahun ini tidak ada, tidak mungkin. Asian Games baru dilaksanakan pada bulan September, pelatnas tidak mungkin berhenti berjalan.”

Baca juga: Kemenpora siapkan skema perhitungan dampak ekonomi dari event olahraga

Baca juga: Manboura tugaskan Sekjen baru dan wakilnya membuahkan hasil kerja nyata

Wartawan: Aloysius Leokida
Editor: Gelang Galiartha
Hak Cipta © Antara 2026

Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.