Koppel menyebut keberhasilan Swiss masuk delapan besar merupakan momen terindah

Koppel menyebut keberhasilan Swiss masuk delapan besar merupakan momen terindah

Vancouver, Kanada (Miraj) – Gregor Koppel, kiper timnas Swiss, menggambarkan keberhasilan negaranya lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 sebagai salah satu momen terindah dalam kariernya.

Koppel mengaku masih sulit menggambarkan perasaannya setelah Swiss menorehkan sejarah dengan mencapai babak perempat final turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. Menurutnya, prestasi tersebut mempunyai arti besar, tidak hanya bagi para pemainnya, namun juga bagi seluruh masyarakat Swiss.

“Ini adalah salah satu hari paling membahagiakan dalam hidup saya, setidaknya dari sudut pandang olahraga,” kata Coble usai pertandingan. “Saya sangat bahagia untuk tim ini, dan untuk kami semua, karena kami mempunyai banyak orang-orang hebat bersama kami.”

Penjaga gawang berusia 28 tahun itu menilai dukungan suporter menjadi salah satu faktor yang membuat Swiss mampu melewati laga penuh tekanan tersebut. Coppell mengatakan, suasana yang ada di lapangan memberikan energi besar bagi seluruh pemain untuk terus berjuang.

Baca Juga: Mbappe Diganti, Messi Kembali Pimpin Pencarian Sepatu Emas Piala Dunia

Dia berkata: “Melihat para pemain, bagaimana mereka saling mendorong, bagaimana mereka saling mendukung, dan emosi yang muncul dari situasi seperti ini tidak dapat dirasakan di tempat lain. Ini sangat unik dan indah.”

Coppell pun bercerita tentang momen menegangkan saat baku tembak. Ia mengaku tetap menjaga ketenangannya karena menaruh kepercayaan besar kepada rekan satu timnya, baik itu eksekutor tendangan penalti maupun seluruh anggota tim yang tampil sepanjang pertandingan.

Coppell berkata: “Saya sangat percaya pada para pemain dan kemampuan mereka dalam melakukan tendangan penalti, dan tentu saja saya yakin dengan kondisi fisik saya.”

Menurut Koppel, laga ini menjadi ujian berat bagi Swiss karena dimainkan dengan intensitas tinggi dan kontak fisik yang hebat. Ia mengatakan, timnya melewati beberapa periode sulit, namun mampu menjaga keseimbangan dalam pertandingan dan tetap kuat mental.

“Kami tahu mereka adalah tim yang sangat kuat secara fisik. Kami tahu akan ada beberapa fase di mana kami harus bertahan dan tetap kuat secara mental. Saya pikir kami melakukannya dengan sangat baik,” kata Coppell.

Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pemain yang terus berjuang meski menghadapi berbagai tantangan selama pertandingan, termasuk kasus cedera dan tekanan dari kompetitor.

Baca juga: Nilai Granit Chaka Swiss Ditingkatkan Dengan Generasi Khusus

Dia berkata: “Pertandingannya tidak mudah. ​​Ada banyak kesalahan, dan banyak situasi fisik, tapi kami tetap tenang dan mampu melewati tahap-tahap sulit. Itu sebabnya saya sangat bangga dengan semua orang.”

Bagi Koppel, keberhasilan Swiss mencapai babak perempat final merupakan pencapaian luar biasa bagi negara kecil di dunia sepak bola. Keberhasilan tersebut dinilai merupakan hasil kerja keras yang dilakukan tim dalam beberapa tahun terakhir.

“Bagi sebuah negara kecil, bisa masuk delapan besar dunia dalam olahraga terbesar di dunia adalah hal yang luar biasa,” kata Coppell. “Saya sangat bahagia untuk para penggemar dan semua orang yang terlibat.”

Kemenangan atas Kolombia membuat Swiss lolos ke perempat final Piala Dunia 2026. Di babak perempat final, Swiss akan menghadapi juara bertahan Argentina.

Laga Argentina vs Swiss akan dihelat di Arrowhead Stadium, Kansas City, Sabtu (11/7) waktu setempat.

Menghadapi Argentina yang punya pengalaman luas di turnamen internasional, Swiss bertekad menjaga momentum positif usai mengukir sejarah baru. Coppell menegaskan perjalanan mereka belum berakhir dan timnya masih berambisi melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.

Baca juga: Percaya Diri Sebut Rencananya Berjalan Lancar Usai Swiss Singkirkan Kolombia

Baca juga: Swiss Lolos ke Perempat Final Usai Kalahkan Kolombia Lewat Adu Penalti

Wartawan: Arif Prada
Editor: Eka Arifa Raskiati
Hak Cipta © Antara 2026

Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.