Surabaya berpeluang membuktikan bahwa sepak bola bukan sekadar hiburan, melainkan alat pembangunan yang menggerakkan perekonomian, memupuk persatuan, membangun karakter, dan mengenalkan Indonesia kepada daerah.
Surabaya (ServisentaJ) – Sepak bola selalu punya cara unik untuk mempertemukan sebuah kota dan warganya.
Gemuruh tribun penonton, kemewahan warna-warni yang memenuhi stadion, dan denyut perekonomian yang menjiwai kios-kios kecil di sekitar arena pertandingan, merupakan contoh bagaimana sepak bola tak pernah berhenti pada skor akhir.
Di setiap pertandingan, ada kota yang menunjukkan kemampuannya sebagai tuan rumah, sekaligus menampilkan wajahnya ke masyarakat luas.
Kota Surabaya di Jawa Timur kembali mendapatkan peluang tersebut. Kota Juara diyakini menjadi salah satu tuan rumah Piala Presiden 2026 bersama Bandung. Stadion Gelora Bung Tomo disiapkan sebagai lokasi pertandingan Grup B, sedangkan Stadion Gelora 10 Nov dan Lapangan Thor menjadi sarana latihan klub peserta.
Kepercayaan diri tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan lahir dari rekam jejak Surabaya yang sering menjadi tuan rumah sejumlah ajang sepak bola nasional dan internasional, termasuk Piala Dunia U-17 2023.
Pemkot Surabaya menyatakan seluruh sarana dan prasarana telah disiapkan berkoordinasi dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menjamin kelancaran turnamen.
Turnamen yang digelar pada 25 Juli hingga 6 Agustus 2026 ini mempertemukan delapan klub dari empat negara di Asia Tenggara.
Kehadiran klub Indonesia bersama perwakilan Thailand, Singapura, dan Brunei Darussalam menunjukkan bahwa Piala Presiden telah berkembang menjadi lebih dari sekadar kompetisi pramusim. Turnamen ini menjadi ajang mengukur kualitas klub-klub nasional sekaligus memperkuat jaringan sepak bola daerah.
Baca juga: Pemkot Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026
Reputasi kota ini dipertaruhkan
Menyelenggarakan turnamen sepak bola bukan hanya sekedar menyediakan stadion yang layak. Yang dipertaruhkan adalah kemampuan kota untuk memberikan pengalaman yang aman, nyaman dan berkesan bagi para atlet, ofisial, suporter, media dan wisatawan.
Dalam konteks ini, Surabaya mempunyai modal yang cukup besar. Infrastruktur olahraga yang terus membaik dalam beberapa tahun terakhir semakin dibarengi dengan jaringan jalan, transportasi, layanan kesehatan, hotel, dan sistem keamanan kota.

Pengalaman menyelenggarakan event internasional membuat prosedur penyelenggaraan yang berbeda-beda telah teruji sehingga koordinasi antar lembaga dapat tercapai dengan lebih efektif.
Namun kesuksesan turnamen tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan. Nilai tambah terbesar justru muncul di luar lapangan.
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


