Lebih buruk dari Vida tetapi menyelamatkan pendidikan menyakitkan mantan manajer Marc Marquez di Grand Prix Belanda

Lebih buruk dari Vida tetapi menyelamatkan pendidikan menyakitkan mantan manajer Marc Marquez di Grand Prix Belanda

Pembalap Leopard Racing Guido Bini (kanan) saat mengikuti MotoGP Belanda 2026, Minggu (28/6/2026)

leopardrasing.com

Pembalap Leopard Racing Guido Bini (kanan) saat mengikuti MotoGP Belanda 2026, Minggu (28/6/2026)

BOLASPORT.COM – Guido Bini kecewa pada akhirnya tidak bisa meraih hasil bagus pada balapan Moto3 Belanda 2026.

Betapa sedihnya Benny usai menyelesaikan serangkaian ajang di sirkuit Assen Belanda pada seri terbaru Moto3 2026.

Leopard Racing gagal memulihkan poin setelah finis di urutan ke-18 di Grand Prix Belanda.

Hasil ini jelas menjadi hasil mengecewakan bagi Benny yang kini duduk di peringkat sepuluh klasemen dengan 48 poin.

Ya, Emilio Alzamora, anak didik mantan pelatih Marc Márquez, mengalami masalah konsistensi usai menjuarai Grand Prix AS.

Posisinya di klasemen kini jauh tertinggal dibandingkan pebalap Indonesia Vida Ija Pratama yang berada di peringkat ketujuh dengan 82 poin.

Tak bisa dimungkiri, pebalap asal Italia itu kecewa dengan finis di posisi kedelapan belas, apalagi ia start dari posisi kesembilan.

Rasa kecewa itu muncul setelah Benny menyesali kesalahan yang dilakukannya dalam sepak pojok yang membuatnya tersingkir dari grup terdepan.

“Ini bukan balapan yang kami harapkan,” kata Penny, dikutip dari situs resmi Leopard Racing.

Baca Juga: Hakim Danish Kalahkan Vida di Moto3 2026, Legenda MotoGP Malaysia Kirim Pesan Khusus

“Saya kesulitan mengendalikan ban dan juga membuat kesalahan di Tikungan 8 setelah 6 atau 7 lap.”

(Tag untuk terjemahan) Moto3