Jakarta (Servisenta) – Manchester City dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Nottingham Forest untuk mempekerjakan gelandang asal Inggris Elliot Anderson pada bursa transfer musim panas 2026/2027.
Menurut laporan surat kabar The Athletic, Jumat, kesepakatan tersebut dicapai setelah negosiasi yang dilakukan kedua klub dalam beberapa pekan terakhir.
City sebelumnya mengajukan tawaran senilai £106 juta (sekitar Rp 2,51 triliun) sebagai biaya awal, dengan bonus tambahan yang bisa membuat nilai transfer melebihi £120 juta (sekitar Rupiah 2,84 triliun).
Baca juga: Arsenal Resmi Datangkan Bek Piero Hincapie dari Bayer Leverkusen
Baca juga: Liverpool Resmi Datangkan Victor Munoz dari Osasuna
Namun Nottingham Forest menegaskan nilai transfernya tetap di atas £125 juta (sekitar Rp 2,94 triliun).
Sementara itu, The Telegraph menyebutkan Manchester City telah mengajukan tawaran baru senilai £130 juta (sekitar Rs 3,08 triliun) untuk menyelesaikan transfer. Tawaran tersebut diyakini membuat Forest rela berpisah dengan gelandang berusia 23 tahun tersebut.
Anderson bergabung dengan Nottingham Forest pada tahun 2023 dari Newcastle United dengan kesepakatan senilai 35 juta pound.
Saat ini Anderson masih membela Inggris di Piala Dunia 2026. Namun setelah turnamen berakhir, ia berpeluang segera kembali ke Inggris untuk menuntaskan kepindahannya ke Etihad Stadium.
Meski sukses mendapatkan target utama di lini tengah, Manchester City masih belum memiliki manajer permanen menyusul kepergian Pep “Pep” Guardiola.
Sejumlah pemberitaan menyebutkan bahwa Enzo Maresca, mantan pelatih Chelsea, menjadi kandidat terkuat untuk mengisi kursi Guardiola, dan diperkirakan akan diumumkan sebagai pelatih baru The Citizens dalam beberapa hari atau minggu mendatang.
Baca juga: Tottenham Resmi Rekrut Marcos Sensi
Baca Juga: Wolves Umumkan Kembalinya Striker Tua Raul Jimenez ke Klub
Penerjemah: Hendry Sukma Indrawan
Editor: Michael Tejo Adeputra Siahan
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.

