Pernah mengalami mesin cuci yang mengeluarkan suara berdengung, tetapi tabungnya tidak berputar sama sekali? Situasi ini cukup membingungkan.
Mesin terlihat menyala, suara motor terdengar, namun pakaian tetap diam di dalam tabung. Akibatnya, proses mencuci jadi terhambat dan waktu terbuang percuma.
Masalah mesin cuci berdengung tapi tidak berputar sebenarnya cukup umum terjadi, baik pada tipe dua tabung maupun satu tabung otomatis.
Penyebabnya pun beragam, mulai dari komponen aus hingga gangguan mekanis ringan. Kabar baiknya, tidak semua kerusakan harus langsung dibawa ke tukang servis.
Berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab dan cara mengatasinya.
Penyebab Mesin Cuci Berdengung Tapi Tidak Berputar

Sebelum membongkar mesin, penting untuk memahami sumber masalahnya. Suara dengungan biasanya berasal dari motor yang tetap bekerja, tetapi tenaga putarnya tidak tersalurkan dengan baik ke tabung.
1. Kapasitor Lemah atau Rusak
Kapasitor berfungsi membantu motor memulai putaran. Jika komponen ini melemah, motor hanya berdengung tanpa mampu memutar tabung.
Tanda-tandanya:
- Mesin mengeluarkan suara dengung terus-menerus
- Tabung baru berputar jika dibantu dengan tangan
- Putaran terasa lemah
Kerusakan kapasitor cukup sering terjadi, terutama pada mesin cuci yang sudah berumur.
2. Vanbelt Putus atau Kendur
Pada mesin cuci dua tabung atau model tertentu, tenaga motor disalurkan melalui vanbelt (belt karet). Jika belt putus atau kendur, motor tetap berbunyi tetapi tabung tidak bergerak.
Biasanya ditandai dengan:
- Tidak ada pergerakan sama sekali
- Tercium bau karet terbakar (jika belt aus)
3. Tabung Terlalu Penuh
Masalah sederhana yang sering tidak disadari adalah beban cucian berlebihan. Mesin yang terlalu penuh membuat motor kesulitan memutar tabung.
Jika ini penyebabnya, cukup kurangi sebagian isi cucian dan coba jalankan kembali.
4. Gearbox Bermasalah
Gearbox bertugas meneruskan tenaga dari motor ke tabung. Jika bagian ini aus atau macet, putaran tidak akan terjadi meskipun motor menyala.
Kerusakan gearbox biasanya membutuhkan penanganan teknisi.
5. Motor Terhambat Kotoran
Kotoran atau benda asing yang terselip di bawah tabung juga bisa menghambat putaran. Misalnya koin, peniti, atau serpihan kain tebal.
Cara Mengatasi Mesin Cuci yang Berdengung

Jika kamu ingin mencoba memperbaiki sendiri, lakukan langkah berikut dengan hati-hati.
1. Cabut Listrik Terlebih Dahulu
Keamanan adalah hal utama. Pastikan mesin benar-benar tidak terhubung dengan listrik sebelum dibongkar.
2. Cek Beban Cucian
Kurangi isi tabung dan coba nyalakan kembali. Jika berputar normal, berarti masalah hanya pada beban berlebih.
3. Periksa Vanbelt
Buka bagian belakang mesin (untuk tipe tertentu) dan cek kondisi belt. Jika kendur atau putus, ganti dengan yang baru sesuai ukuran.
Penggantian belt relatif mudah dan biayanya tidak mahal.
4. Cek Kapasitor
Jika tabung bisa berputar saat dibantu tangan tetapi berhenti sendiri, kemungkinan besar kapasitor melemah. Komponen ini bisa diganti, tetapi sebaiknya dilakukan oleh orang yang paham kelistrikan.
5. Bersihkan Bagian Bawah Tabung
Periksa apakah ada benda asing yang mengganjal. Bersihkan area tersebut agar putaran kembali lancar.
Kapan Harus Memanggil Teknisi?
Jika setelah pengecekan sederhana mesin tetap berdengung dan tidak berputar, kemungkinan masalahnya ada pada:
- Motor utama
- Gearbox rusak
- Kerusakan sistem kelistrikan
Dalam kondisi ini, lebih aman memanggil teknisi profesional agar tidak terjadi kerusakan tambahan.
Tips Agar Mesin Cuci Tidak Mudah Rusak
Supaya masalah serupa tidak terulang, lakukan beberapa kebiasaan berikut:
- Jangan mencuci melebihi kapasitas maksimal
- Bersihkan filter secara rutin
- Periksa kantong pakaian sebelum dicuci
- Gunakan mesin sesuai petunjuk pabrikan
Perawatan sederhana bisa memperpanjang usia mesin cuci hingga bertahun-tahun.
Penutup
Mesin cuci berdengung tapi tidak berputar memang membuat frustrasi, tetapi tidak selalu berarti kerusakan berat. Penyebabnya bisa sesederhana beban berlebih, belt kendur, atau kapasitor lemah.
Dengan melakukan pengecekan dasar dan perawatan rutin, kamu bisa menghemat biaya servis sekaligus menjaga mesin tetap awet.
Jika masalah terasa kompleks atau berhubungan dengan komponen internal, sebaiknya serahkan pada teknisi agar perbaikan lebih aman dan tepat sasaran.


