JAKARTA: Sebagai langkah nyata mendukung transformasi digital di sektor usaha kecil, Meta resmi meluncurkan program Small Business Growth Academy (SBGA) di Indonesia.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program regional Meta di 12 pasar di kawasan Asia-Pasifik yang bertujuan untuk membekali usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan kecerdasan buatan (AI) dan keterampilan pemasaran digital. Dalam pelaksanaannya, Meta bekerja sama erat dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Evermos dan UKMIndonesia.id.
Pada tahap awal, program pendampingan ini akan memberikan pelatihan tatap muka dan sesi pendampingan kepada 150 pelaku UKM yang tersebar di tiga kota besar yaitu Bandung, Batam, dan Jakarta. Fokus utama pelatihan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas operasional sehari-hari, memperbaiki strategi pemasaran, dan membuka peluang produk lokal menembus pasar internasional melalui ekspor.
Penelitian yang dilakukan Deloitte menunjukkan kebutuhan mendesak untuk mengadopsi teknologi ini. Sebanyak 78% UKM di Indonesia telah menggunakan setidaknya satu alat berbasis AI, dan 86% mengakui bahwa AI telah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produktivitas dan pengurangan biaya operasional.
Program ini dirancang untuk mengisi kesenjangan ini,” jelas Peter Lydian, Country Director Meta di Indonesia. Meta ingin mengubah minat pengusaha terhadap AI menjadi penggunaan praktis dan percaya diri dalam bisnis mereka sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, peserta akan diajarkan bagaimana memaksimalkan ekosistem bisnis. Beberapa fitur premium yang menjadi headline material antara lain iklan berbasis AI (seperti Advantage+), Meta Business Agent, dan peningkatan fitur WhatsApp Business.
Penggunaan alat berbasis AI ini terbukti memberikan dampak positif yang terukur, dengan rata-rata peningkatan laba atas belanja iklan (ROAS) hingga 22% untuk perusahaan yang menggunakan solusi Meta Intelligent.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal S. menyambut baik… Xuan menyampaikan apresiasi atas kerja sama strategis ini. Ia menegaskan, momentum peningkatan penggunaan produk lokal – seperti yang terlihat pada Harbolnas 2025 di mana transaksi produk lokal mencapai Rp 16,6 triliun – harus terus diperkuat melalui strategi promosi digital yang efektif.
Kementerian Perdagangan berharap integrasi teknologi kecerdasan buatan akan mendorong munculnya pelaku usaha kecil dan menengah yang kuat dan mampu bersaing di pasar global.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda
(MMI)
(tag untuk terjemahan) meta


