JAKARTA (Servisenta) – Gelandang Spanyol Mikel Merino tampil rendah hati meski menjadi pemain penentu kemenangan La Roja atas Belgia pada perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion SOFI, Inglewood, Sabtu.
Merino menilai, gol kemenangan yang dicetaknya hanyalah sebuah kebetulan dan setiap pemain punya peluang untuk mengubah jalannya pertandingan meski masuk sebagai pemain pengganti.
“Sepertinya ini sebuah kebetulan dan jika saya berpartisipasi dalam persiapan penuh hal itu bisa terjadi lagi. Saya sangat senang. Saya ragu hal itu akan terjadi lagi dan kita lihat saja nanti,” kata Merino di situs FIFA, Sabtu.
Pemain Arsenal ini menjadi penentu kemenangan Spanyol dua kali berturut-turut di Piala Dunia 2026 dengan mencetak gol di menit-menit akhir setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Pada babak 16 besar melawan Portugal, Merino baru masuk pada menit ke-85 menggantikan Dani Olmo, namun ia sukses menjadi penentu kemenangan timnya lewat golnya pada menit ke-90+1.
Baca juga: Mikel Merino Pimpin Spanyol ke Semifinal Hadapi Prancis
Hal serupa kembali ia lakukan saat melawan Belgia di perempat final Piala Dunia 2026. Merino baru masuk pada menit ke-86 menggantikan Dani Olmo dan hanya butuh dua menit untuk mencetak gol kemenangan.
Pemain berusia 30 tahun itu mengatakan bahwa mimpinya adalah mengembalikan Spanyol menjadi juara dunia dan kini hanya berjarak dua kemenangan darinya.
Merino mengakhiri pidatonya dengan mengatakan: “Kami tinggal dua pertandingan lagi untuk memenangkan Piala Dunia, ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, dan kami berharap kami dapat mencapainya.”
Selama Piala Dunia 2026, Merino selalu tampil di enam pertandingan Spanyol dengan mencetak dua gol.
Spanyol akan menghadapi Prancis pada babak semifinal di AT&T Stadium, Arlington, Rabu (15/7) pukul 02.00 WIB.
Baca Juga: Susunan Pemain Spanyol Vs Belgia: Kedua Tim Tampilkan Kekuatan Terbaiknya
Wartawan : Aldi Sultan
Editor: Jaafar Muhammad Siddiq
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


