OpenAI meluncurkan perangkat Codex pertamanya

OpenAI meluncurkan perangkat Codex pertamanya

JAKARTA: OpenAI resmi memasuki pasar perangkat keras dengan peluncuran Codex Micro, keyboard mekanis kompak yang dirancang khusus untuk pengguna layanan pemrograman Codex AI.
Produk tersebut merupakan perangkat komersial pertama OpenAI, meskipun bukan perangkat konsumen AI seperti yang sebelumnya banyak diberitakan oleh mantan desainer Apple Jony Ive. Codex Micro dikembangkan bekerja sama dengan Work Louder, produsen keyboard mekanis dan keyboard makro asal Kanada.
kutipan CNETBerbeda dengan keyboard tradisional, perangkat ini lebih mirip panel kontrol yang menyediakan hotkey atau pintasan untuk mengelola berbagai tugas yang dilakukan oleh agen AI Codex.

Peluncuran Codex Micro menunjukkan strategi baru OpenAI dalam mengembangkan ekosistem AI tidak hanya berbasis perangkat lunak, tetapi juga perangkat keras fisik yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas pengguna profesional, khususnya pengembang perangkat lunak.
Secara desain, Codex Micro memiliki bentuk persegi kecil sehingga mudah dipasang di samping keyboard utama. Perangkat ini dilengkapi dengan 13 tombol mekanis, joystick, tombol putar, dan sensor sentuh yang dapat diprogram sesuai kebutuhan pengguna.
Enam tombol utama menampilkan pencahayaan RGB yang berfungsi sebagai indikator status berbagai agen AI Codex. Lampu akan berubah warna secara otomatis untuk menandakan bahwa tugas masih dalam proses, selesai, atau mengandung kesalahan atau error.
Dengan sistem ini, pengembang tidak perlu terus menerus memantau jendela aplikasi Codex di komputer karena informasi penting dapat dilihat langsung melalui perangkat keras. Berbeda dengan produk AI yang ditujukan untuk pengguna umum, Codex Micro ditujukan untuk para profesional yang rutin menggunakan Codex dalam proses pengembangan perangkat lunak.
Beberapa fungsi utama perangkat ini antara lain:

  • Mengaktifkan fitur push-to-talk untuk memberikan instruksi suara ke Codex.
  • Menyerahkan atau menolak hasil perubahan kode yang disarankan oleh AI.
  • Beralih dengan cepat di antara beberapa agen Codex yang sedang beraksi.
  • Sesuaikan tingkat pemikiran atau kedalaman pemikiran AI melalui tombol putar.
  • Ini meluncurkan beberapa pintasan yang dapat disesuaikan melalui aplikasi desktop ChatGPT.

Joystick yang tersedia juga dapat diprogram untuk melakukan berbagai fungsi tambahan sesuai preferensi masing-masing pengguna. OpenAI memasarkan Codex Micro dengan harga US$230 atau sekitar Rp3,7 juta (kurs saat ini).
Produk ini diproduksi dalam jumlah terbatas atau limited edition dan dipasarkan oleh Supply Co., bukan toko resmi OpenAI. Pembeli dapat memilih dua jenis saklar mekanis atau saklar mekanis.
Yang pertama adalah versi Clicky yang menghasilkan suara klik lebih keras dan yang kedua adalah versi senyap untuk pengguna yang menginginkan pengalaman mengetik lebih senyap. Selain itu, OpenAI juga menyediakan beberapa opsi keycap yang dapat diubah sesuai preferensi.
Beberapa di antaranya bahkan menggunakan label unik seperti Yeet dan Yolo, menambahkan sentuhan desain yang lebih kasual dibandingkan perangkat profesional pada umumnya. Codex Micro diluncurkan ketika OpenAI serius mengembangkan Codex sebagai platform pemrograman bertenaga AI.
Dalam beberapa bulan terakhir, Codex telah berkembang pesat sebagai agen AI yang dapat membantu menulis kode, memperbaiki bug, melakukan pengujian perangkat lunak, dan mengelola proyek pengembangan secara lebih mandiri.
Perangkat baru ini dirancang untuk mempercepat interaksi pengguna dengan berbagai agen kecerdasan buatan tanpa harus terus-menerus membuka antarmuka aplikasi. Bagi OpenAI, Codex Micro juga menjadi cara untuk meningkatkan keterlibatan atau keterlibatan pengguna profesional dalam ekosistem Codex di tengah persaingan yang semakin ketat dengan layanan pemrograman AI lainnya seperti Claude Code dari Anthropic dan GitHub Copilot.
Meski menjadi produk hardware pertama OpenAI, Codex Micro bukanlah perangkat AI yang banyak dibicarakan publik. Sebelumnya, OpenAI diketahui sedang mengembangkan perangkat AI baru bersama mantan chief design officer Apple, Jony Ive.
Proyek ini diharapkan menjadi perangkat AI otonom yang ditujukan untuk konsumen umum dan diposisikan sebagai kategori produk baru. Karena alasan ini, Codex Micro dipandang sebagai alat khusus untuk komunitas pengembang, bukan mewakili ambisi OpenAI di pasar perangkat keras AI konsumen.
Keberadaan Codex Micro mendapat tanggapan beragam. Beberapa pengembang menyambut baik perangkat fisik yang dapat mempercepat alur kerja dengan agen AI. Namun tak sedikit pula yang bertanya-tanya mengenai nilai tambah perangkat ini dibandingkan Macropad serupa yang sudah banyak beredar di pasaran dengan harga terjangkau.
Beberapa pengguna bahkan percaya bahwa fungsionalitas Codex Micro masih dapat digantikan dengan serangkaian pintasan keyboard atau perangkat lunak tanpa memerlukan perangkat keras tambahan dengan harga US$230 (Rs. 4,1 lakh).
Terlepas dari pro dan kontra ini, peluncuran Codex Micro merupakan langkah penting bagi OpenAI dalam memperluas portofolionya ke bidang perangkat keras. Produk ini juga menjadi indikasi bahwa perusahaan mulai mengeksplorasi kemampuan perangkat fisik untuk melengkapi pengalaman AI, terutama di kalangan profesional.
Jika mendapat respon positif, bukan tidak mungkin OpenAI akan menyediakan lebih banyak hardware untuk mendukung ekosistem AI yang sedang Anda bangun.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda

(MMI)

(tag untuk terjemahan)chatgpt