Penelitian keamanan siber harus diarahkan pada tantangan dunia nyata

Penelitian keamanan siber harus diarahkan pada tantangan dunia nyata

JAKARTA: Pesatnya perkembangan teknologi digital membawa dampak besar terhadap keamanan siber. Para ahli memperkirakan bahwa penelitian di bidang ini tidak hanya cukup untuk mencapai tingkat akurasi yang tinggi dalam model deteksi, namun harus diarahkan pada tantangan nyata yang dihadapi masyarakat dan industri.
Pada simposium yang diadakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pakar keamanan siber dari Universitas Wroclaw, Profesor Grzegorz Kolacek, menegaskan bahwa banyak penelitian yang masih mengandalkan kumpulan data publik yang berusia puluhan tahun.
“Akurasi kumpulan data historis yang hampir 100 persen tidak menjamin bahwa sistem akan efektif di dunia nyata yang terus berubah,” ujarnya. Menurutnya, karakteristik sistem komputer modern sudah sangat berbeda sehingga data lama sudah tidak relevan lagi untuk melawan serangan siber saat ini.

Profesor Kolacek juga menyoroti dinamika serangan siber yang masih terus berkembang. Penyerang selalu mencari cara baru untuk menghindari deteksi, sehingga model keamanan Anda harus dapat beradaptasi. “Kualitas data adalah kuncinya. Data harus akurat, relevan, dan mencerminkan kondisi saat ini,” imbuhnya. Teknik AI seperti CNN, LSTM, transformator, autoencoder, dan jaringan saraf grafik telah mendorong kemajuan, namun tujuan utama penelitian masih untuk memecahkan masalah nyata, katanya.
Lanjutnya, tantangan penelitian keamanan siber mencakup keseluruhan proses mulai dari pengumpulan data, pelabelan, pelatihan, validasi hingga implementasi. Kesalahan pada satu tahap saja dapat mempengaruhi kualitas keseluruhan sistem.
Oleh karena itu, pendekatan baru seperti pelatihan kompetitif, kekuatan ketergantungan, pembelajaran tim, dan pembelajaran gabungan cukup menjanjikan, meskipun pendekatan tersebut masih memerlukan lebih banyak penelitian agar benar-benar efektif dalam situasi modern.
Kepala Pusat Penelitian Kecerdasan Buatan dan Keamanan Siber BRIN Anto Satrio Nugroho menyambut baik kerja sama penelitian antara Indonesia dan Polandia. Ia berharap kerja sama ini tidak hanya menghasilkan publikasi akademis, namun juga inovasi yang mampu menjawab tantangan digital global.
“Kami ingin penelitian yang dilakukan dapat memberikan solusi nyata, bukan sekedar angka di atas kertas,” tegas Anto.
Ketika lanskap digital menjadi lebih kompleks, penelitian keamanan siber yang berorientasi pada dunia nyata menjadi kebutuhan yang mendesak. Kerjasama internasional diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menghadapi ancaman siber sekaligus mendorong lahirnya inovasi-inovasi yang relevan bagi masyarakat dan industri.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda

(MMI)