Boston, AS (Servisenta) – Pendukung timnas Maroko mengungkapkan keyakinannya atas kemenangan negaranya atas Prancis pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Boston Amerika Serikat, Kamis, meski menyadari lawannya adalah tim yang sulit.
“Saya tahu kami akan menang hari ini, tidak ada keraguan,” kata Samir Kabbaj, seorang penggemar asal Maroko.
Samir menyebut Prancis merupakan tim yang berbahaya karena memiliki sejumlah pemain andalan seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele.
Namun ia menegaskan Maroko memiliki mentalitas berjuang yang tidak akan mudah menyerah.
Samir Al-Qabbaj berkata, “Kami tidak hanya punya 11 pejuang, tapi 12 (ditambah pendukung). Kami akan mengalahkan mereka (Prancis). Insya Allah.”
Baca Juga: Alat Musik Skotlandia Iringi Nyanyian Suporter Timnas Maroko di Boston
Dukungan terhadap kesuksesan Maroko pun datang dari suporter timnas Kolombia yang turut hadir di Stadion Boston.
Salah satunya, Juan, menekankan keinginan Maroko untuk menggulingkan Prancis.
Ia berkata, “Pertandingan akan berlangsung sengit. Saya mendorong Maroko untuk menang 1-0.”
Pertemuan Prancis dan Maroko di Piala Dunia 2026 akan menjadi pertemuan kedua di turnamen yang digelar empat tahun sekali ini, setelah sebelumnya mereka bertemu di babak semifinal edisi 2022.
Saat itu, Prancis menang 2-0 untuk lolos ke final, di mana mereka kalah dari Argentina yang menjadi juara.
Jika memenangkan pertandingan atas Prancis, Maroko akan menjadi negara Afrika dan Arab pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia dua kali berturut-turut.
Sementara bagi Prancis, kemenangan di laga ini akan memperbesar peluangnya menjadi juara Piala Dunia untuk ketiga kalinya. Prancis sebelumnya meraih gelar Piala Dunia pada tahun 1998 dan 2018.
Pada babak semifinal Piala Dunia 2026, pemenang laga Prancis kontra Maroko akan berhadapan dengan pemenang laga perempat final lainnya, Spanyol dan Belgia.
Baca juga: Bendera Palestina berkibar di Stadion Boston
Reporter: Michael Siahan
Editor: Erwan Sehervandi
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.

