Kudus (Servisenta) – Pelatih timnas sepak bola putri U16 Indonesia Timo Schuenemann mengingatkan para pesepakbola muda agar lebih serius dan konsisten dalam latihan, karena persaingan bergabung ke tim Srikandi pasti akan semakin ketat.
Ia yakin peluang akan semakin kompetitif, karena semakin banyak pemain berbakat yang terus berkembang, dan turnamen yang diselenggarakan memiliki standar yang baik untuk kelompok umur.
“Jadi saya berharap setiap pemain tidak melewatkan kesempatan di setiap turnamen untuk lebih serius mengembangkan karirnya,” kata pria yang kerap disapa Coach Teemu itu saat meninjau pertandingan U-15 dan U-18 Hyderplus Soccer League (HSL) All-Stars 2025/2026 di Super Soccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu.
Menurutnya, keadaan tersebut berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika jumlah pemain putri masih terbatas sehingga pilihan pemain kelompok umur dan timnas senior belum sebanyak sekarang.
Ia menjelaskan, peningkatan kualitas dan kuantitas pemain membuat persaingan menjadi lebih sehat. Oleh karena itu, setiap pemain harus terus berlatih jika ingin terus bersaing memperebutkan tempat di timnas.
Pelatih Timo mencontohkan pemilihan pemain Timnas U-16 untuk menghadapi Piala Srikandi Merdeka pada 14-23 Agustus 2026. Momen tersebut akan memberikan peluang lebih besar bagi para pemain untuk tampil membela negara.
Tim pelatih rencananya akan menyiapkan dua tim yang masing-masing berisi 23 pemain, sehingga ada sekitar 46 pemain yang berkesempatan mengenakan seragam Timnas Wanita U-16 pada Piala Srikandi Merdeka mendatang.
Lanjutnya, pengembangan kualitas dan kuantitas pemain tidak lepas dari diperkenalkannya kompetisi pemuda selama sepuluh bulan terakhir, yang memberikan waktu bermain reguler bagi para pemain.
Baca juga: Penjaga gawang Goal Aksis yakin akan berpeluang bermain untuk timnas U-16 Indonesia
Selain itu, banyak klub yang mulai menerapkan sistem latihan berkelanjutan dengan latihan sepanjang tahun, dan tidak lagi hanya aktif menjelang turnamen seperti dulu.
Terkait proses pemilihan pemain, Pelatih Timo menegaskan bahwa staf teknis tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan satu pertandingan.
Setiap pemain dipantau secara detail selama beberapa pertandingan, sebelum dibandingkan dengan pemain lain di posisi yang sama.
Pelatih asal Jerman itu menambahkan, aspek yang dinilai tidak hanya kemampuan teknis, tapi juga kecerdasan bermain, baik dengan atau tanpa bola, kemampuan mengambil keputusan, keluwesan bermain di berbagai posisi, dan kondisi fisik.
Semua kriteria umum tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, sehingga setiap pemain harus memenuhi semua indikator penilaian tersebut.
Hydroplus Soccer League (HSL) All-Stars menjadi jembatan bagi para pesepakbola muda putri berusia di bawah 15 dan 18 tahun untuk mempersiapkan diri sebelum melangkah ke level senior.
Penyelenggara mengatakan turnamennya bisa sama Kumpulan bakat Bagi klub elite yang ingin menurunkan tim sepak bola putri, sekaligus membantu Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mencari sosok potensial untuk mengisi skuad timnas di masa depan.
Pada turnamen HSL All-Stars 2025/2026 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Teemu Scheunemann dan timnya serta asisten pelatih timnas sepak bola putri Indonesia Takumi Taniguchi mengamati pemain-pemain berbakat yang berpotensi mengisi timnas kelompok umur dan timnas senior.
Baca Juga: Cipta Cendikia Lolos Final HSL All-Stars Usai Kalahkan Arema FC Women
Baca juga: Goal Aksis Lolos ke Final HSL U15
Wartawan: Donnie Adetra
Editor: Erwan Sehervandi
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


