JAKARTA (Servisenta) – Kolombia akan menghadapi Ghana pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Kansas City, Sabtu (5/7) pukul 08.30 WIB yang menjadi penutup babak 32 besar.
Kolombia memasuki pertandingan sebagai salah satu tim yang belum terkalahkan di Piala Dunia 2026.
Tim besutan pelatih Nestor Lorenzo memuncaki Grup K setelah mengalahkan Uzbekistan dan Republik Demokratik Kongo, serta bermain imbang dengan Portugal. Performa ini membuat La Tricolor melanjutkan tren positifnya di bawah asuhan Lorenzo yang dikenal dengan pendekatan taktisnya yang fleksibel.
Kolombia kini mengincar tiket lolos ke babak 16 besar untuk keempat kalinya sepanjang sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia. Sejumlah pemain kunci seperti James Rodriguez, Luis Diaz, dan John Arias diperkirakan akan kembali menjadi fokus dalam membongkar pertahanan lawan.
Di sisi lain, Ghana lolos ke babak sistem gugur dengan menempati posisi ketiga Grup L. The Black Stars meraih kemenangan atas Panama, hasil imbang dengan Inggris, dan kekalahan melawan Kroasia. Penampilan ini cukup untuk mengamankan satu tempat di babak 32 besar.
Ghana, yang saat ini dilatih oleh Carlos Queiroz, berupaya lolos ke babak 16 besar untuk ketiga kalinya dalam sejarahnya. Mereka sebelumnya mencapai babak perempat final pada tahun 2010 sebelum disingkirkan Uruguay, kemudian mereka tersingkir di babak 16 besar oleh Brasil pada tahun 2006.
Baca juga: Cristiano Ronaldo Jadi Pemain Tertua yang Cetak Gol di Babak Gugur Piala Dunia
Pertandingan ini juga membawa catatan sejarah yang menarik. Ghana belum pernah mengalahkan tim Amerika Selatan di babak sistem gugur Piala Dunia. Di sisi lain, Kolombia juga punya rekor kurang ideal melawan wakil Afrika, setelah kalah dari Kamerun pada edisi 1990.
Pemenang laga ini akan menghadapi Swiss atau Aljazair pada babak 16 besar yang rencananya digelar di BC Place, Vancouver, pada 7 Juli mendatang.
Pelatih Kolombia Nestor Lorenzo menilai Ghana adalah pesaing dengan organisasi permainan yang kuat dan kualitas individu yang merata di semua lini.
“Mereka adalah tim yang agresif ketika menekan dan menyerang,” kata Lorenzo, dikutip FIFA. “Banyak pemain mereka bermain di klub-klub besar Eropa.”
Ia menegaskan Kolombia bergantung pada fleksibilitas pemain dalam bertahan dan menyerang. Menurut Lorenzo, perkembangan tim sejauh ini menunjukkan kemajuan positif yang harus dipertahankan.
Baca Juga: Goncalo Ramos Bawa Portugal Kalahkan Kroasia 2-1 dan Lolos ke Babak 16 Besar
Sementara pelatih Ghana Carlos Queiroz menilai pertandingan akan berjalan seimbang karena kedua tim memiliki kepribadian berbeda namun sama-sama berbahaya.
“Tidak ada tim yang sempurna,” kata Queiroz. “Mereka punya kelebihan dan kekurangan, begitu juga kami. Kuncinya adalah fokus sepanjang 90 menit.”
Kolombia kembali ke Piala Dunia setelah absen pada edisi 2022 di Qatar, menempati peringkat ketiga kualifikasi Amerika Selatan dengan 28 poin.
Ghana sendiri mengikuti Piala Dunia untuk kelima kalinya setelah memuncaki Grup Sembilan kualifikasi wilayah Afrika dengan delapan kemenangan dari 10 pertandingan.
Konfrontasi ini diperkirakan akan berlangsung ketat, kedua tim mengandalkan keseimbangan antara lini tengah dan kecepatan serangan di sayap untuk membuka peluang ke babak selanjutnya.
Baca Juga: David Alaba Akui Timnas Spanyol Sangat Kuat Usai Austria Kalah 0-3
Baca Juga: De La Fuente Puji Oyarzabal Usai Menjadi Bintang Kemenangan atas Austria
Wartawan: Arendra Modia
Editor: Eka Arifa Raskiati
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


