Saat stadion bernyanyi untuk Kolombia tapi Swiss-lah yang merayakannya

Saat stadion bernyanyi untuk Kolombia tapi Swiss-lah yang merayakannya

VANCOUVER, KANADA (ServisentaJ) – Suasana berbeda langsung terasa begitu memasuki Stadion BC Place di Vancouver untuk menyaksikan pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Swiss dan Kolombia.

Berbeda dengan tiga laga sebelumnya di Vancouver dan Seattle, suasana pertandingan kali ini benar-benar mengingatkan kita pada sepak bola Tanah Air.

Sepanjang 90 menit, hampir tidak ada jeda tanpa nyanyian pemandu sorak. nyanyian pujian untuk nyanyian pujian Gema terus terdengar dari tribun penonton, menjaga ritme pertandingan.

Bagi yang biasa menyaksikan suasana pertandingan Liga Indonesia, pemandangan seperti ini terlihat sangat familiar. Sorakan tidak hanya muncul saat gol atau peluang tercipta, melainkan mengalir sejak peluit pertama hingga pertandingan berakhir. Sepertinya para penggemar adalah bagian dari pertandingan.

Bahkan, lawatan ke stadion memberikan gambaran seperti apa suasana pertandingan hari itu.

Dari Stasiun Stadion Chinatown hingga kawasan BC Place, lautan kaus Warna kuning Kolombia memenuhi jalanan. Bendera nasional negara Amerika Selatan berkibar di berbagai sudut.

Di beberapa momen, para penggemar ikut bernyanyi sambil menabuh genderang dan meniup terompet. Ada yang berjalan sambil menari, ada pula yang berhenti sejenak untuk berfoto bersama orang-orang yang baru dikenalnya.

Baca Juga: Akanji Sebut Swiss Siap Hadapi Argentina Usai Lolos ke Perempat Final

Sepak bola kembali membuktikan kemampuannya dalam mempersatukan orang-orang yang sebelumnya asing satu sama lain.

Sekitar 52.000 penonton menyaksikan pertandingan final Piala Dunia 2026 di Vancouver. Mayoritas merupakan suporter Kolombia yang sukses menjadikan BC Place sebagai rumah kedua bagi timnasnya yang berjuluk Los Cafeteros (Si Petani Kopi).

Saat memasuki tribun, warna kuning mendominasi pemandangan. Dari berbagai sudut lapangan, itu hanya bisa dilihat kaus Kolumbia. Terkadang warna merah khas Swiss muncul di beberapa sektor dalam jumlah yang jauh lebih kecil.

Suasana sudah panas bahkan sebelum pertandingan dimulai. Raungan suporter terdengar saat para pemain keluar dari ruang ganti untuk melakukan pemanasan.

Nama-nama pemain Kolombia pun diteriakkan. Tepuk tangan pun pecah setiap kali mereka menyentuh bola. Sebaliknya, setiap kali pemain Swiss mendekati sisi lapangan, peluit panjang terdengar dari tribun penonton.

Redaktur: Anton Santoso
Hak Cipta © Antara 2026

Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.