Kini Infantino sedang bermain catur politik dengan semua sorotan tertuju pada kebijakannya yang dianggap tidak netral.
Jakarta (Servisenta) – Dalam permainan catur, gambit bukan sekadar strategi mengorbankan pion, melainkan jebakan: seorang pecatur dengan sengaja merelakan sedikit materi agar mendapat posisi yang lebih diuntungkan pada langkah selanjutnya.
Manuver berasal dari bahasa Itali, Gambito Trapping telah menjadi istilah populer sebagai taktik bagi pemain yang dengan sengaja mengorbankan suatu materi (pion atau bidak lainnya) demi mendapatkan keuntungan.
Tujuan dari taktik manuver dalam board game ini adalah untuk mengontrol pusat permainan, membuka jalur serangan, atau juga mempercepat perkembangan bidak penting untuk mendapatkan ruang.
Namun, manuver tidak lagi hanya ada di papan catur. Di tingkat politik, manuver tersebut menjadi sebuah metafora untuk sebuah langkah berisiko yang tampak seperti sebuah pengorbanan, namun sebenarnya dirancang untuk menciptakan keuntungan yang lebih besar, baik dalam bentuk kekuatan tawar, dukungan rakyat, atau dominasi strategis.
Tampaknya Presiden FIFA Gianni Infantino yang kini berhadapan dengan papan catur politik Piala Dunia 2026 sepertinya tak mengetahui hal tersebut.
Permainan manuver ini dimulai oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Pertama, striker Amerika Folarin Balogun mendapat kartu merah langsung setelah melakukan tekel keras terhadap pemain Bosnia dan Herzegovina Tarik Muhrimovic, pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang digelar Kamis (7/2).
Balogun, pencetak gol terbanyak Amerika Serikat di turnamen ini dengan tiga gol, dipastikan absen karena skorsing akibat kartu merahnya saat Amerika Serikat bertemu Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7).
Trump kemudian mengambil inisiatif dengan membuka pembicaraan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino. Setelah diskusi tertutup tersebut, FIFA akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi pada 6 Juli yang menyatakan bahwa Balogun tidak akan menerima kartu merah.
Kebijakan ini diambil berdasarkan aturan Komite Disiplin FIFA Pasal 27 menghentikan pelaksanaan hukuman terhadap mantan pemain Arsenal.
Trump hanya menawarkan pionnya sebagai umpan dalam negosiasi. Jika pion tersebut tidak dimakan, maka bagi Trump, kegagalan upaya tersebut tidak menimbulkan kerugian yang berarti. Sebaliknya, keberhasilan membatalkan larangan yang dikenakan terhadap Balogun merupakan kemenangan simbolis: seorang presiden mampu ikut campur dalam keputusan lembaga olahraga terbesar di dunia.
Infantino memakan langkah taktisnya dalam memasang pion jebakan.
“Terima kasih FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membalikkan ketidakadilan yang parah!” jelas Trump di media sosial setelah larangan kartu merah Balogun resmi dibatalkan.
Baca juga: Ironi Keseluruhan Piala Dunia dan Sepak Bola yang Menyatukan Dunia
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


