NEW YORK CITY (ServisentaJ) – Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 berubah menjadi turnamen yang ditentukan dengan margin tersempit.
Delapan dari 13 pertandingan pertama babak sistem gugur ditentukan dalam 10 menit terakhir waktu normal, perpanjangan waktu, atau melalui adu penalti. Beberapa pihak berharap format baru ini, dengan perluasannya menjadi 48 tim, akan mengurangi drama di fase kedua kompetisi.
Namun format ini justru menawarkan kejutan dan keseruan yang biasanya hanya muncul di babak final Piala Dunia.
Kejutan dramatis terlihat jelas dalam comeback luar biasa Belgia melawan Senegal. Sempat tertinggal 0-2 lima menit jelang waktu normal berakhir, Belgia bangkit berkat gol Romelu Lukaku dan Youri Tielemans, kemudian satu gol lagi disusul Tielemans lewat tendangan penalti pada menit ke-125.
Gol tersebut merupakan gol terbaru dalam sejarah Piala Dunia dan juga membawa tim asuhan Rudi Garcia meraih kemenangan 3-2 yang sebelumnya tampak mustahil.
Pelatih Senegal Pape Thiaw mengatakan usai pertandingan: “Ini adalah kekalahan yang menyakitkan, karena kami bermain bagus di pertandingan itu.” “Kami unggul. Kami unggul 2-0. Namun pertandingan sepak bola bukanlah pertandingan yang berdurasi 85 menit.”

Portugal pun harus menunggu hingga menit-menit akhir untuk memastikan lolos. Goncalo Ramos membuat timnya unggul untuk Kroasia dengan sundulannya di masa tambahan waktu, sebelum gol penyeimbang Kroasia dianulir karena offside.
Hasil tersebut membawa tim asuhan Cristiano Ronaldo lolos ke babak 16 besar dan menandai akhir emosional dari pentas Piala Dunia bagi kapten Kroasia berusia 40 tahun Luka Modric.
Inggris nyaris tersingkir secara mengejutkan setelah tertinggal dari Republik Demokratik Kongo sejak menit ketujuh. Harry Kane akhirnya memecah kebuntuan melalui golnya pada menit ke-75, sebelum mencetak gol kedua 11 menit kemudian, sehingga menjaga harapan negaranya untuk meraih gelar Piala Dunia pertamanya dalam 60 tahun.
Pada titik ini, kejutan-kejutan dramatis tidak lagi tampak sebagai sebuah pengecualian, melainkan bagian dari tren yang lebih luas.

Kesabaran Norwegia membuahkan hasil saat Erling Haaland mencetak gol kemenangan pada menit ke-86 ke gawang Pantai Gading. Meski begitu, Orjan Nyland masih harus menyelamatkan tembakan krusial di masa tambahan waktu untuk mengamankan kemenangan 2-1 dan mencatat kemenangan pertama Norwegia di babak sistem gugur Piala Dunia.
“Setelah menyamakan kedudukan, kami panik. Namun, kami mampu menempatkan pemain di posisi yang tepat dan kami mampu memainkan permainan kami lagi,” kata pelatih Norwegia Stal Solbakken.
Pada laga lainnya, Maroko memaksa Belanda melakukan perpanjangan waktu berkat gol penyeimbang pada menit ke-91, sebelum akhirnya menang lewat adu penalti.
Paraguay mengalahkan Jerman melalui adu penalti setelah gol Jerman dianulir pada perpanjangan waktu, sementara Kanada dan Brasil juga membutuhkan pemenang di menit-menit akhir untuk mempertahankan peluang mereka.
Di babak sistem gugur Piala Dunia, hanya satu momen yang bisa menentukan apakah sebuah tim bertahan atau membawa pulang tasnya.
Wartawan: Xinhua
Redaktur: Junaidi Suswanto
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


