Sistem keamanan komunikasi publik BRIN berbasis AI dan blockchain

Sistem keamanan komunikasi publik BRIN berbasis AI dan blockchain

JAKARTA: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Kajian Kebijakan Publik (PRKP) sedang mengembangkan sistem keamanan komunikasi publik berbasis kecerdasan buatan (AI) dan teknologi blockchain. Langkah tersebut diambil untuk merespons maraknya hoaks, disinformasi, dan deepfake yang semakin mengancam kepercayaan masyarakat terhadap informasi resmi.
Presiden PRKP BRIN Heri Jogaswara menjelaskan, sistem ini dirancang untuk menjamin keaslian dan integritas dokumen publik. “AI membantu dalam mengumpulkan data, menganalisis masalah, dan mendeteksi penipuan. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan manusia. Itu sebabnya kami menerapkan pendekatan human-in-the-loop,” ujarnya.
Menurutnya, teknologi blockchain akan berperan sebagai sistem sumber yang memastikan setiap dokumen publik memiliki jejak digital yang tidak dapat dihapus. Inovasi utama yang diperkenalkan adalah Public Information Trust System (PITS). Sistem ini memungkinkan masyarakat untuk melacak riwayat perubahan dokumen dan memverifikasi keasliannya.

“PITS hadir sebagai solusi menurunnya kepercayaan masyarakat akibat manipulasi digital,” kata Amal Gerunissa dari Fontes University yang ikut serta dalam penelitian ini. “Eksperimen awal menunjukkan bahwa sistem ini efektif dalam menjaga integritas informasi.”
Selain itu, Tegu Gundomono dari Perpusnas menekankan pentingnya identitas digital yang stabil. Ia mencontohkan penggunaan sistem URN-NBN untuk memastikan setiap dokumen memiliki identitas unik. “Identitas digital yang konsisten akan meningkatkan kredibilitas dokumen publik,” jelasnya.
Namun, masih terdapat tantangan yang signifikan. Toho Nugraha Dewanto, pakar literasi digital, mengatakan rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat dan buruknya pengelolaan kecerdasan buatan membuat masyarakat rentan terhadap misinformasi dan fenomena halusinasi kecerdasan buatan.
“Solusi teknologi harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan budaya verifikasi data. Tanpa ini, masyarakat akan mudah terjebak oleh informasi palsu,” tegasnya.
Melalui kombinasi kecerdasan buatan, blockchain, dan verifikasi manusia, BRIN berharap sistem ini menjadi landasan ekosistem informasi publik yang transparan, aman, dan terpercaya.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda

(MMI)

(tag untuk terjemahan)Otak