JAKARTA: Kemampuan kecerdasan buatan (AI) terus berkembang dan mulai digunakan dalam berbagai aktivitas, mulai dari pencarian informasi dan pembuatan konten hingga memberikan rekomendasi produk dan destinasi wisata.
Namun, di luar kenyamanan tersebut, sebuah penelitian baru-baru ini memperingatkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan yang berlebihan juga dapat menimbulkan dampak yang kurang disadari, yaitu membuat pemikiran manusia menjadi lebih tidak konsisten dan kurang kreatif.
Temuan ini, diadaptasi dari laporan CBS News, berasal dari penelitian yang dilakukan Sandra Matz, seorang profesor di Columbia Business School. Menurutnya, model bahasa besar (LLM) yang menjadi dasar berbagai aplikasi AI saat ini dirancang untuk memprediksi jawaban mana yang paling mungkin muncul.
Akibatnya, rekomendasi yang dibuat seringkali mengarah pada pilihan-pilihan yang paling umum dibandingkan alternatif yang unik.
AI cenderung memberikan jawaban yang “aman”.
Matz menjelaskan cara kerja LLM sedemikian rupa sehingga AI sering kali menghasilkan jawaban berdasarkan pola paling umum dari data pelatihan.
Dengan kata lain, ketika pengguna meminta rekomendasi mengenai film, warna cat rumah, tempat liburan, atau bahkan sepatu yang tepat, AI cenderung menawarkan pilihan yang populer dibandingkan pilihan yang lebih beragam.
“LLM memprediksi kata berikutnya yang paling mungkin muncul. Menurut definisi, hasilnya adalah sesuatu yang rata-rata,” kata Matz.
Menurutnya, kondisi ini bisa membuat keputusan banyak orang menjadi lebih serupa karena mendapatkan rekomendasi yang hampir sama.
Penelitian ini mencakup lebih dari 110.000 keputusan
Untuk menguji hipotesis tersebut, tim peneliti menganalisis lebih dari 110.000 keputusan nyata yang dibuat oleh sekitar 1.000 orang.
Hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan keputusan yang dibuat oleh AGI dan AI yang dipersonalisasi sesuai dengan kepribadian pengguna.
Penelitian ini juga menggunakan data dari proyek myPersonality, sebuah studi berbasis Facebook yang mengumpulkan hasil tes kepribadian dari pengguna yang ingin membagikan datanya untuk tujuan penelitian.
Melalui analisis tersebut, para peneliti menemukan bahwa AI cenderung memandu pengguna menuju pilihan yang lebih umum dan mengurangi kecenderungan untuk mengeksplorasi pilihan yang tidak biasa.
AI tidak terlalu menolak risiko
Menurut Matz, AI tidak suka mengambil risiko karena dilatih untuk memberikan jawaban yang dianggap paling relevan dan aman.
Pendekatan ini juga bermanfaat bagi platform karena mampu membuat pengguna tetap terlibat dengan terus menunjukkan hal-hal yang sesuai dengan preferensi mereka.
Akibatnya, AI tidak mungkin mendorong pengguna untuk mencoba sesuatu yang baru atau berbeda dari biasanya. Dalam jangka panjang, kondisi ini dikhawatirkan akan mempersempit keberagaman pengalaman, preferensi, bahkan kreativitas individu.
Namun Matz menegaskan, persyaratan tersebut tidak berarti AI harus selalu bekerja seperti sekarang.
Ia menyarankan agar pengembang memperkenalkan fitur “Mode Eksplorasi”, yaitu mode yang memungkinkan AI memberikan rekomendasi yang lebih beragam, tidak selalu berdasarkan opsi yang paling populer.
Melalui pendekatan ini, pengguna tetap mendapatkan manfaat AI tanpa kehilangan kesempatan untuk menemukan ide, minat, atau pengalaman baru yang mungkin di luar preferensi mereka saat ini.
Menurut Matz, langkah ini penting agar kecerdasan buatan tidak membuat budaya dan preferensi masyarakat semakin homogen di masa depan.
AI tetap berguna, namun harus digunakan dengan bijak
Hasil tersebut tidak menyimpulkan bahwa kecerdasan buatan secara otomatis akan menyebabkan manusia kehilangan kemampuan berkreasi. Sebaliknya, penelitian ini mengingatkan bahwa AI harus diposisikan sebagai alat bantu pengambilan keputusan, bukan sebagai satu-satunya sumber rekomendasi.
Dengan terus menggabungkan masukan AI dengan penilaian pribadi, pengguna masih dapat mengeksplorasi opsi baru tanpa bergantung sepenuhnya pada jawaban yang dihasilkan algoritma.
Dengan semakin meluasnya penggunaan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan keseimbangan antara efisiensi teknologi dan kebebasan berpikir manusia akan menjadi salah satu tantangan penting dalam pengembangan kecerdasan buatan di masa depan.
Gunakan AI sebagai alat untuk memperluas wawasan Anda, bukan sebagai pengganti rasa ingin tahu. Sesekali cobalah mencari referensi dari berbagai sumber atau mengambil keputusan berdasarkan pengalaman pribadi agar kreativitas dan cara berpikir Anda terus berkembang.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda
(MMI)


