Tuchel sangat memuji mentalitas tim Inggris

Tuchel sangat memuji mentalitas tim Inggris

Jakarta (Servisenta) – Pelatih Inggris Thomas Tuchel memuji mentalitas anak asuhnya yang mampu bangkit hingga menang 6-4 atas Prancis pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 usai kekalahan menyakitkan di semifinal melawan Argentina dengan skor 1-2.

Kemenangan Inggris dihiasi rentetan gol di Miami Stadium Amerika Serikat, Minggu, yang dibintangi Bukayo Saka yang mencetak hat-trick atau tiga kali berturut-turut.

“Saya memberikan pujian setinggi-tingginya kepada mentalitas para pemain yang mampu bangkit setelah menghadapi situasi sulit,” kata Tuchel, dikutip dari laman resmi timnas Inggris, Minggu.

Jelang laga, Tuchel mengaku sejak awal sempat mengkhawatirkan kondisi fisik para pemainnya saat menghadapi Prancis, tim yang diuntungkan memiliki waktu istirahat lebih banyak dibandingkan Inggris.

Baca Juga: Deschamps Akui Lakukan Kesalahan Saat Prancis Dikalahkan Inggris

“Mereka punya jadwal yang lebih menguntungkan karena punya satu hari istirahat ekstra setelah semifinal, ditambah lagi perjalanan mereka jauh lebih singkat dibandingkan kami,” kata Tuchel.

Ia menambahkan, “Kami harus bermain dalam cuaca panas, di ketinggian, dan dalam berbagai kondisi lainnya sepanjang turnamen. Saya khawatir secara fisik, dan Anda bisa melihat sendiri bahwa para pemain mengalami kram dan kelelahan di babak kedua.”

Kemenangan tersebut merupakan pencapaian terbaik Inggris di Piala Dunia dalam 60 tahun terakhir setelah meraih gelar juara pada tahun 1966. Sebelum menjadi tim peringkat ketiga, pencapaian terbaik The Three Lions adalah peringkat keempat pada tahun 1990 dan 2018.

Baca Juga: Bukayo Saka Bangga Menjadi Salah Satu Pencetak Gol Elit di Piala Dunia

Pelatih asal Jerman itu juga menegaskan, kemenangan atas Prancis menjadi langkah awal Inggris untuk bergabung dengan tim-tim elite dunia.

Selain itu, ia mengatakan kemenangan ini mengembalikan semangatnya pasca kekalahan dari Argentina yang taktiknya mendapat kritik keras.

Ia menyimpulkan: “Mungkin kami tidak akan merasa lelah hingga turnamen berakhir. Besok kami masih akan merasakan sakitnya karena tidak mencapai final, dan perasaan ini akan terus berlanjut dalam waktu yang lama. Namun secara umum, pertandingan ini memberi saya lebih banyak energi daripada yang terkuras.”

Baca juga: Inggris finis ketiga setelah mengalahkan Prancis 6-4

Reporter: Zaro Azza Syashnyar
Redaktur: Junaidi Suswanto
Hak Cipta © Antara 2026

Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.