UEFA mengkritik keras proposal FIFA untuk investasi swasta di Piala Dunia

UEFA mengkritik keras proposal FIFA untuk investasi swasta di Piala Dunia

JAKARTA (Servisenta) – Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengeluarkan pernyataan resmi yang mengkritik keras usulan FIFA menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta.

Mengutip berbagai sumber, Selasa, Asosiasi Sepak Bola Eropa menilai hal tersebut melebihi batas yang tidak boleh dilintasi oleh badan administratif sepak bola.

Pernyataan resmi UEFA berbunyi: “UEFA menangani masalah ini dengan sangat serius. Begitu pula setiap asosiasi sepak bola nasional dan seluruh pemangku kepentingan: liga, klub, pemain, penggemar, pemerintah, dan siapa pun yang peduli dengan masa depan olahraga ini.”

Pernyataan resmi UEFA berbunyi: “Semangat dan tata kelola sepak bola bukanlah aset yang bisa diperdagangkan, terlebih lagi tanpa transparansi mengenai siapa yang menerima keuntungan finansial. Tak satu pun dari kita yang memiliki sepak bola. Sepak bola bukan milik FIFA untuk dijual.”

Tanggapan tersebut disampaikan UEFA setelah muncul kabar dari media Inggris The Times bahwa presiden FIFA Gianni Infantino berniat menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta.

Menurut laporan, skema tersebut bisa menghasilkan puluhan juta dolar AS, dan menurut sejumlah sumber, diskusi investor telah dilakukan dengan tokoh-tokoh yang dekat dengan pemerintahan Trump.

Penjualan tersebut dilakukan melalui skema yang dapat mengarah pada pembentukan perusahaan yang mengelola turnamen bergengsi FIFA putra dan putri, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.

FIFA mengatakan pada hari Selasa dalam pernyataan resminya bahwa mereka bermaksud untuk “meningkatkan pendanaan untuk pengembangan sepak bola hingga lebih dari 10 miliar dolar AS, dengan syarat mendapat persetujuan dari asosiasi anggota FIFA.”

Baca Juga: FIFA Umumkan Tim Terbaik Piala Dunia 2026, Spanyol dan Prancis Dominan

Baca juga: FIFA Hadiahkan Cincin Juara untuk Juara Piala Dunia 2026

Wartawan : Aldi Sultan
Redaktur: Junaidi Suswanto
Hak Cipta © Antara 2026

Pengambilan konten, perayapan, atau pengindeksan AI otomatis pada situs web ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.