Xiaomi memastikan partisipasi dalam IFA 2026, kecerdasan buatan, dan perluasan ekosistem pintar di Eropa

Xiaomi memastikan partisipasi dalam IFA 2026, kecerdasan buatan, dan perluasan ekosistem pintar di Eropa

Jakarta: Xiaomi menegaskan komitmen jangka panjangnya di pasar Eropa dengan memastikan kehadiran pertama perusahaan di ajang IFA 2026 yang akan digelar di Berlin, Jerman, September mendatang.
Kepastian tersebut diungkapkan Xiaomi saat menghadiri acara IFA Kick-Off di Berlin pada 30 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, Xiaomi juga mengungkapkan rencana investasi sebesar EUR 7,4 miliar atau sekitar Rp 151,6 triliun dalam penelitian dan pengembangan (R&D) berbasis kecerdasan buatan (AI) selama periode 2026 hingga 2028.
Xiaomi memposisikan Eropa sebagai salah satu pusat inovasi global dalam strategi pengembangan teknologi AI-nya. Xiaomi menyatakan kehadirannya di IFA 2026 bukan sekadar peserta pameran.

Perusahaan asal Tiongkok tersebut akan memanfaatkan acara ini untuk mendemonstrasikan secara langsung bagaimana ekosistem pintar Manusia × Mobil × Rumah bekerja secara terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Xiaomi juga mengindikasikan akan membawa sejumlah pengumuman dan peluncuran penting yang baru akan diungkap pada pameran bulan September mendatang. Eropa bukan satu-satunya pasar Xiaomi, kata Zeng Hua, direktur PR Eropa Barat Grup Xiaomi.
Bagi Xiaomi, Eropa juga merupakan wilayah di mana perusahaan mendengarkan kebutuhan pengguna, belajar, dan tumbuh bersama. Menurutnya, debut Xiaomi di IFA menandai tonggak penting perjalanan perusahaan di Eropa.
Melalui acara ini, Xiaomi ingin menunjukkan bagaimana ekosistem Manusia × Mobil × Rumah mampu membawa teknologi AI melampaui fungsi perangkat individual dan mengintegrasikannya ke dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Sebagai salah satu pusat inovasi global untuk teknologi konsumen, desain industri, otomotif, dan industri rumah pintar, Eropa memiliki posisi strategis dalam rencana globalisasi Xiaomi. Untuk memperkuat posisinya di kawasan, Xiaomi memperkirakan total investasi R&D pada tahun 2026 hingga 2030 mencapai lebih dari 24 miliar euro atau sekitar Rp 491,5 triliun.
Dana ini akan dialokasikan untuk pengembangan kecerdasan buatan, kendaraan listrik, robotika, sistem operasi, dan banyak teknologi penting lainnya. Sebagai bagian dari strategi ini, Xiaomi terus memperluas jaringan pusat R&D di Eropa dengan melibatkan talenta lokal dan memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra strategis di kawasan.
Langkah ini diambil agar produk, teknologi, dan ekosistem Xiaomi menjadi lebih relevan dengan kebutuhan dan kebiasaan pengguna di pasar Eropa. Jelang IFA 2026, Xiaomi juga telah memberikan gambaran pengalaman yang akan ditawarkan kepada pengunjung.
Xiaomi akan menunjukkan bahwa AI tidak hanya hadir di perangkat, tetapi juga menghubungkan perangkat pribadi, rumah pintar, dan sistem mobilitas pintar ke dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Meski belum membeberkan produk yang akan dihadirkan, Xiaomi memastikan IFA 2026 akan menjadi panggung peluncuran perdana sejumlah produk ekosistemnya untuk pasar Eropa. Informasi mengenai agenda pameran, pameran dan pengumuman penting akan tersedia menjelang acara.
Xiaomi juga menjelaskan perkembangan ekosistem AI-nya. Pada kuartal pertama (Q1) tahun 2026, sistem AI Xiaomi telah menghubungkan lebih dari 1,1 miliar perangkat di seluruh dunia, mencakup lebih dari 200 kategori produk, mulai dari peralatan kesehatan, alat kebersihan, hiburan dan mobilitas hingga peralatan rumah tangga.
Menurut Xiaomi, IFA 2026 akan menjadi momentum keterlibatan terbesar perusahaan dengan media dan mitra bisnis di Eropa, serta menandai babak baru dalam pengembangan ekosistem pintar globalnya. Xiaomi juga telah mengonfirmasi bahwa informasi lebih lanjut mengenai kehadirannya di IFA akan diumumkan secara langsung dari Berlin hingga September 2026.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda

(MMI)

(tag untuk terjemahan)xiaomi