JAKARTA: Di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) oleh banyak perusahaan global, muncul tantangan besar terkait bagaimana menjaga keselarasan antara inovasi teknologi dan perlindungan data yang kuat. Menanggapi kebutuhan kritis ini, Akamai Technologies mengumumkan pemilihannya sebagai mitra keamanan strategis untuk kerangka kerja AI Readiness Model for Operational Resilience (ARMOR) yang dikembangkan oleh World Wide Technology (WWT).
Melalui kolaborasi ini, teknologi Akamai akan diintegrasikan sebagai arsitektur keamanan inti ekosistem AI Factory WWT yang didukung oleh akselerasi teknologi NVIDIA. Langkah strategis ini diharapkan dapat membantu organisasi di seluruh dunia menjembatani kesenjangan yang sering terjadi antara penerapan AI dan aspek keamanan siber yang berlapis-lapis.
Salah satu kendala utama yang dihadapi dunia usaha saat ini adalah fenomena yang dikenal sebagai pajak jaminan. Badan keamanan tradisional sering kali bersaing dengan beban kerja komputasi AI untuk mendapatkan sumber daya infrastruktur yang terbatas namun penting. Akibat perebutan kekuasaan tersebut, kinerja pengolahan data menjadi tidak maksimal.
Untuk mengatasi masalah ini, kerangka kerja ARMOR mengintegrasikan kecerdasan perangkat lunak Akamai langsung ke unit pemrosesan data (DPU) NVIDIA BlueField. Dengan memindahkan fungsi hash Akamai Guardicore ke perangkat keras DPU khusus, lingkungan AI dapat berjalan dengan efisiensi maksimum tanpa membebani sistem utama secara berlebihan.
Pendekatan proaktif ini terbukti mengurangi pergerakan lateral ancaman siber dan mempercepat respons terhadap serangan ransomware rata-rata sebesar 21,4%, dan hingga 32,6% pada skala perusahaan besar.
Sebagai kerangka kerja netral vendor pertama di industri, ARMOR menyediakan cetak biru terstruktur yang mencakup enam bidang penting: Tata Kelola, Risiko dan Kepatuhan (GRC), Perlindungan Model, Operasi AI yang Aman, Keamanan Infrastruktur, Perlindungan Data, dan Platform Pengembangan Aman (SDLC).
Peran Akamai dalam kerangka ini berfokus pada tiga pilar pertahanan strategis. Pertama, meningkatkan efisiensi komputasi dengan menghilangkan beban persaingan sumber daya melalui integrasi unit pemrosesan data NVIDIA BlueField, yang mempertahankan pertahanan berlapis bahkan ketika sistem operasi yang mendasarinya disusupi.
Kedua, mengamankan Agentic AI dan Data Lakes dengan Akamai API Security untuk memantau lalu lintas data dan mencegah akses ilegal ke pusat data sensitif yang digunakan untuk melatih model bahasa besar (LLM). Ketiga, memberikan pertahanan end-to-end dengan sistem mitigasi DDoS Prolexic untuk melindungi arsitektur AI dari serangan volumetrik yang bertujuan melumpuhkan sistem.
Menyelaraskan portofolio Akamai dengan ARMOR memberikan pendekatan proaktif bagi perusahaan untuk mengisolasi klaster AI berskala besar tanpa harus mengorbankan pelatihan data atau kinerja inferensi, kata PJ Joseph, wakil presiden eksekutif penjualan dan layanan global di Akamai. Seluruh model referensi arsitektur keamanan AI telah diuji secara global oleh Advanced Technology Center (ATC) WWT.
Fasilitas pengujian terkemuka ini memastikan bahwa perusahaan yang mengadopsi skema ARMOR memenuhi lebih dari sekadar standar kepatuhan dasar. Pemerintah juga harus mampu mencapai ketahanan siber yang sesungguhnya di bidang ini.
Chris Conrad, wakil presiden global keamanan siber di WWT, menekankan bahwa lanskap keamanan AI yang luas tidak dapat ditangani oleh vendor mana pun sendirian. Melalui sinergi erat dengan Akamai, ambisi untuk menghadirkan AI bagi perusahaan yang aman, andal, dan terukur telah menjadi kenyataan bagi pelanggan globalnya.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda
(MMI)
(Tag untuk terjemahan) Akamai

