Akanji mengatakan Swiss siap menghadapi Argentina setelah lolos ke perempat final

Akanji mengatakan Swiss siap menghadapi Argentina setelah lolos ke perempat final

Vancouver, Kanada (ServisentaJ) – Bek timnas Swiss Manuel Akanji memastikan timnya siap menghadapi juara bertahan Argentina di perempat final Piala Dunia 2026 usai melakoni laga dramatis melawan Kolombia.

Akanji mengatakan setelah pertandingan: “Bertanding melawan juara bertahan Argentina, saya rasa tidak ada tantangan yang lebih besar. Setiap babak berikutnya menjadi lebih sulit, tapi saya pikir kami siap menghadapi tantangan tersebut.”

Swiss memastikan tiket ke babak perempat final setelah mengalahkan Kolombia melalui adu penalti di babak 16 besar. Pertandingan berlanjut selama 120 menit tanpa gol, sebelum Swiss keluar sebagai pemenang dengan selisih lima gol.

Akanji menjadi salah satu pemain yang mendapat tekanan besar setelah gagal mengeksekusi penalti untuk Swiss. Diakuinya, perubahan keputusan sesaat sebelum tendangan menjadi alasan kegagalannya.

“Saya mengubah keputusan saya pada detik terakhir,” kata Akanji. “Saya ingin menendang ke kiri atas. Saya membayangkan bola melewatinya beberapa kali, tapi seperti yang Anda tahu, hal seperti ini tidak berjalan dengan baik.”

Baca juga: John Arias Minta Maaf Usai Tersingkirnya Kolombia

Diakui pemain Inter Milan itu, situasi ini menjadi salah satu momen tersulit baginya. Namun ia memilih memberikan apresiasi kepada rekan-rekannya yang tetap tenang dan berhasil menyelesaikan misi di tempat.

“Itu penalti yang sulit bagi saya. Saya memuji pemain lain karena mampu menjalankan tugasnya dengan sangat baik,” ucapnya.

Menurut Akanji, adu penalti tidak hanya soal kemampuan teknis, tapi juga kekuatan mental pemain. Ia mengatakan Swiss sudah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan penentuan pertandingan melalui adu penalti.

“Kami telah menonton banyak video tentang tendangan penalti,” kata Akanji. “Adu penalti sangat berkaitan dengan mentalitas. Saya pikir semua pemain di tim kami mampu mengambil penalti.”

Ia pun menilai pengalaman menghadapi tekanan selama pertandingan menjadi faktor penting. Bermain 120 menit dalam suasana stadion yang didominasi suporter Kolombia membuat tantangan semakin besar bagi Swiss.

Akanji berkata: “Ada banyak fans Kolombia di stadion. Itu tidak mudah. ​​Berbeda ketika Anda berdiri di titik penalti setelah bermain selama 120 menit.”

Baca juga: Koppel Sebut Keberhasilan Swiss di Delapan Besar Jadi Momen Terindah

Meski demikian, Akanji menyebut pengalaman Swiss bermain di lapangan pada pertandingan sebelumnya menawarkan keuntungan tersendiri. Tim besutan Murat Yakin sudah terbiasa dengan suasana indah yang tercipta selama Piala Dunia 2026.

“Saat Anda melihat stadion ini, Anda tidak merasa seperti sedang bermain di rumah sendiri,” kata Akanji. “Suasananya seperti stadion Spanyol atau Kolombia karena jumlah suporternya yang banyak. Tapi kami sudah berkali-kali bermain di sini dan kami tahu seperti apa suasananya.”

Kini fokus Swiss beralih ke Argentina, pesaing kuat yang menantinya di perempat final. Argentina adalah juara bertahan dan memiliki pengalaman hebat di turnamen internasional.

Akanji sadar dengan tipe lawan yang akan dihadapinya, namun ia menegaskan Swiss tidak akan kehilangan kepercayaan diri. Menurutnya, timnya mampu memberikan perlawanan kepada siapapun.

Akanji berkata: “Kami yakin bahwa kami mampu menghadapi lawan mana pun dan membuat pertandingan menjadi sangat sulit bagi mereka. Kami tahu pertandingan melawan Argentina akan sulit, tetapi kami akan memberikan yang terbaik.”

Swiss kini berpeluang menorehkan lebih banyak sejarah setelah mencapai perempat final Piala Dunia 2026. Menghadapi Argentina menjadi ujian selanjutnya bagi La Nate untuk membuktikan mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dunia.

Baca Juga: Mbappe Diganti, Messi Kembali Pimpin Pencarian Sepatu Emas Piala Dunia

Baca juga: Nilai Granit Chaka Swiss Ditingkatkan Dengan Generasi Khusus

Wartawan: Arif Prada
Editor: Eka Arifa Raskiati
Hak Cipta © Antara 2026

Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.