JAKARTA: Kecerdasan buatan (AI) kini memainkan peran strategis dalam transformasi digital industri keuangan. Salah satunya adalah kecerdasan buatan yang digunakan untuk mendeteksi penipuan dan menjaga keamanan sistem keuangan.
Banyak industri keuangan yang saat ini menerapkan manajemen penipuan berbasis AI, kata CEO LinkAja Yogi Rezekian Bahar. Hal serupa kini telah diterapkan di LinkAja.
“5 tahun lalu saya pakai agen untuk verifikasi. Penipu ini menggunakan identitas orang lain, dan saat itu agen kami belum mengetahui apakah data dan orang tersebut benar,” jelas Yogi pada Hari AI Expo Sedunia kedua di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.
Saat ini, untuk memvalidasi data guna mencegah penipuan, perusahaan sudah menggunakan AI dan OCR, jelas Yogi. Pengenalan karakter optik (OCR) atau pengenalan karakter optik adalah proses yang mengubah gambar teks menjadi format teks yang dapat dibaca mesin.
“Tetapi sekarang karena kami menggunakan OCR dengan AI, kami mengetahui fakta bahwa ID ini palsu. Jadi ini salah satu cara kami menggunakan AI untuk memastikan departemen pendeteksi penipuan benar-benar berfungsi,” jelasnya.
Yogi menambahkan, penggunaan kecerdasan buatan juga membantu perusahaan mendeteksi transaksi yang diduga terkait dengan Godol atau perjudian online. Ini tidak hanya mendeteksi pengguna tetapi juga memblokir mereka dari transaksi.
Pameran Kecerdasan Buatan Dunia di Indonesia
Trescon menyelenggarakan Global Artificial Intelligence Expo edisi global ke-47 di Jakarta yang diselenggarakan bersamaan dengan Finance 2045 pada tanggal 7 hingga 8 Juli 2026. Mengusung tema “Engineering Indonesia’s Sovereign and Scalable AI Future”, konferensi ini merupakan forum kerja sama strategis untuk mendorong implementasi AI dari sekedar proyek percontohan hingga penerapan skala besar di dunia industri.
13 pembicara utama
Sebanyak 13 keynote speaker dijadwalkan hadir untuk membahas arah pengembangan AI di Indonesia, antara lain:
1. Yang Mulia Profesor Dr. Pratikno – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia
2. Vivi Yulaswati – Deputi Ekonomi dan Transformasi Digital Babenas
3. Muhammad Neel Al-Hammam – Wakil Sekretaris Kreativitas dan Teknologi Digital Kementerian Ekonomi Kreatif
4. Prof Dr Hammam Reda – Presiden Perusahaan Coreca
5. Wimpy Saputra – Direktur Eksekutif Bank Dunia
6. Ari Purwanto – Deputi Direktur Ilmu Data dan Tata Kelola, BPK
7. Sujala Pant – Perwakilan Residen UNDP di Indonesia
8. Eric Pratama – Wakil Ketua Komite Tetap KADIN Bidang Kecerdasan Buatan dan Perlindungan Data Pribadi
9. Budi Setiawan – Pj Direktur Industri Metalurgi, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Kementerian Perindustrian
10. Mark Jefferson GO – Kepala Strategi & Litbang Pte Irakaya Swasimpada Tbk
11. Agar Edi – Senior Vice President, Regulatory and Government Affairs, Indosat Tbk
12. Charles Budiman – Kepala Perbankan Digital PT Bank Maybank Indonesia
13. Andrei Qiantori – CTO di LinkAja.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda
(sebuah pangkalan)
(Tag untuk terjemahan)ai


