YOGYAKARTA (Servisenta) – Presiden Jenderal FIFA dan Menteri Pemuda dan Olahraga (MINPURA) Eric Thohir melakukan seleksi atlet-atlet muda sepak bola dengan menyelenggarakan turnamen tingkat akar rumput sebagai bagian dari upaya membangun landasan bagi pengembangan pemain nasional sejak dini.
“Saya berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Persatuan Sepak Bola Daerah yang meyakini bahwa penciptaan pemain harus datang dari bawah,” kata Eric Thohir saat menghadiri Festival Piala Presiden U-10 dan U-12 di Stadion Sepak Bola JEC, Panguntaban, Kabupaten Bantul, Rabu.
Eric mengatakan kehadirannya di ajang tersebut bertujuan untuk melihat langsung perkembangan pemain muda sekaligus mencari bibit-bibit baru yang diharapkan bisa memperkuat timnas Indonesia di masa depan.
“Kami di sini ingin melihat langsung bagaimana kejuaraan U-10 dan U-12 menjadi landasan dalam melahirkan bibit-bibit baru timnas masa depan,” ujarnya.
Menurut Eric, pembinaan anak usia dini menjadi semakin penting setelah FIFA mencanangkan Turnamen dan Festival Piala Dunia FIFA U-15 2026 yang rencananya akan digelar di Azerbaijan pada 22 hingga 31 Oktober 2026.
“Saat ini FIFA telah menetapkan turnamen U-15 yang akan dimulai pada Oktober tahun ini,” ujarnya.
Ia meyakini peluang Indonesia bersaing di kancah internasional semakin terbuka sehingga pembinaan pemain sebaiknya dimulai dari kelompok usia di bawah 15 tahun.
“Ini harus kita persiapkan dari klasifikasi U-15, dan bukan tidak mungkin pemain U-12 bisa bermain di kategori U-15,” ujarnya.
Menurutnya, setiap negara memiliki strategi pembinaan atlet yang berbeda-beda, sedangkan Indonesia memilih membangun kekuatannya di sepak bola melalui kompetisi dan latihan dari level terbawah.
“Setiap negara punya strateginya masing-masing, dan di Indonesia kami percaya pembangunan dari bawah,” ujarnya.
Eric mencontohkan strategi pengembangan pemain muda Belanda yang memilih mengecualikan timnas U-15 sebagai bagian dari sistem pengembangan kelompok usia yang lebih tinggi.
Ia mengatakan, “Kemarin Belanda membatalkan tim U-15. Bukannya mereka tidak percaya dengan tim U-15, tapi mereka akan menunjuk pemain di bawah 15 tahun dan langsung pindah ke tim U-17.”
Selain Festival Akar Rumput U-10 dan Piala Presiden U-12, PSSI dalam tiga tahun terakhir juga menggelar berbagai kompetisi kelompok umur, seperti Piala Soeratin dan Piala Pertiwi, sebagai bagian dari pembinaan pemain muda secara bertahap.
“PSSI selama tiga tahun terakhir selalu menggelar Piala Soeratin Pertiwi yang digelar terus menerus karena tidak mungkin kami melakukan latihan hanya dari atas, tapi juga dari bawah,” ujarnya.
Saat ditanya kemungkinan pelibatan pencari bakat di Festival Akar Rumput U10 dan Piala Presiden U12, Eric mengatakan proses pencarian pemain dilakukan langsung oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang bertanggung jawab dalam pencarian bakat tersebut.
“Exco itu pertunjukan langsung, pencari bakat secara langsung, bukan meriam,” katanya.
Festival Piala Presiden U-10 dan U-12 berskala nasional yang digelar pada 7 hingga 12 Juli 2026 ini akan mempertemukan tim-tim juara regional dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain FBS Nusantara dari Banjar, Lambhuk FA dari Aceh, dan Brisbane dari Penrang, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya memperluas pembinaan sepak bola anak usia dini di tanah air.
Baca juga: Eric Thohir Tekankan Integritas dan Keamanan Liga Wanita
Wartawan : Agung Dwi Prakoso
Redaktur: Triono Subagio
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


