Argentina vs Mesir: Mentalitas menjadi celah terbesar di Albiceleste

Argentina vs Mesir: Mentalitas menjadi celah terbesar di Albiceleste

Bisa jadi laga kali ini akan menjadi pertarungan antara Salah dan Mermsouh melawan Messi

Jakarta (Miraj) – Pelajaran besar yang bisa diambil Mesir dari laga Argentina melawan Tanjung Verde di babak 32 besar adalah sikap Argentina yang cenderung meremehkan pesaing yang levelnya sangat jauh dari mereka. Inilah kelemahan besar Albiceleste.

Usai mengalahkan Tanjung Verde 1-0 di babak 32 besar, Argentina memperlambat laju permainan. Alih-alih terus menekan guna mematikan peluang lawan untuk bangkit, tim besutan Lionel Scaloni justru memberi kelonggaran bagi Tanjung Verde.

Alhasil, Tanjung Verde menyamakan skor. Setelah Lisandro Martinez kembali memimpin, Albiceleste kembali melakukan pola yang sama. Alih-alih melanjutkan permainan agresif, mereka kembali pasif dan Tanjung Verde menyamakan kedudukan untuk kedua kalinya.

Argentina akhirnya memenangi laga berdurasi 120 menit itu hanya berkat “sumbangan” gol bunuh diri bek tengah Tanjung Verde, Denny Borges.

Scaloni tidak salah karena ia mewanti-wanti para pemainnya yang semuanya bintang untuk tidak menganggap remeh Tanjung Verde, pasalnya tim Afrika ini hanya memaksa Spanyol dan Uruguay bermain imbang.

Peringatan itu rupanya tidak digubris karena ada kecenderungan pemain asal Argentina menganggap remeh lawannya.

Salah satu penyebab mereka kebobolan saat melawan tim terlemah di grup 10, Jordan, juga karena faktor mental.

Bayangkan, setelah menang tanpa kebobolan melawan Aljazair dan Austria, gawang Albiceleste dibobol oleh Jordan yang peringkatnya jauh lebih rendah seperti Tanjung Verde.

Oleh karena itu, cara terbaik yang bisa dilakukan Mohamed Salah saat mengalahkan Argentina pada laga 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Selasa (7/7) pukul 23.00 WIB adalah dengan menggoda Lionel Messi agar berada dalam kondisi mental yang “serasa berada di atas angin”.

Saat itulah Argentina terkejut. Saat itu, Jordan dan Tanjung Verde justru berhasil membobol gawang Albiceleste ketimbang Aljazair dan Austria yang berperingkat lebih tinggi dari mereka.

Ketiga gol ke gawang Argentina semuanya diciptakan oleh Yordania dan Tanjung Verde. Argentina mencetak 11 gol, 7 di antaranya dicetak oleh Messi.

Mesir juga sebuah tim Blok rendah Seperti Yordania, Tanjung Verde, setidaknya melawan Argentina, bisa menguasai strategi Tanjung Verde.

Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan kembali taktik yang membuat mereka bermain imbang 1-1 dengan Belgia di babak penyisihan grup, dan meningkatkan kualitas pemain yang kurang dimiliki Tanjung Verde, terutama Salah dan Omar Marmoush.

Tim yang riang

Hak Cipta © Antara 2026

Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.