Perjalanan impresif Spanyol dengan gaya menyerangnya yang indah tentu sayang jika dibiarkan tanpa trofi Piala Dunia
Jakarta (Servisenta) – Saat kedua tim bertemu di final Piala Dunia 2026 di… Stadion New York New JerseyEast Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7) 02.00 WIB Spanyol terlalu sempurna untuk kalah, namun Argentina terlalu kuat secara mental untuk kalah.
Ini final Piala Dunia yang sempurna karena mempertemukan juara Piala Eropa peringkat kedua dunia dan juara Copa America peringkat satu dunia.
Baik Argentina maupun Spanyol tidak kalah di Piala Dunia 2026. Albiceleste selalu memenangkan tujuh pertandingan terakhir, dengan La Roja sekali imbang dan menang enam kali.
Namun La Roja lebih menakutkan karena mengalahkan tiga tim peringkat sepuluh besar (Portugal, Belgia, dan Prancis) sebelum mencapai final, sedangkan Argentina hanya melakukannya saat melawan Inggris.
Tim asuhan Luis de la Fuente juga hanya kebobolan satu kali dalam tujuh pertandingan di Piala Dunia 2026, ketika tim besutan Lionel Scaloni kebobolan tujuh gol.
Mereka berdua menghadapi tim mengejutkan dari Tanjung Verde. Jika Spanyol menghadapi mereka di babak penyisihan grup, Argentina akan menghadapi mereka di babak 32 besar.
Cara mereka mengalahkan tim baru ini bisa menjadi petunjuk siapa yang terbaik di antara mereka.
Tim La Roja tidak berhasil mengalahkan Tanjung Verde, namun gawang mereka tidak kebobolan saat melawan tim Afrika.
Selama 90 menit, Spanyol membombardir Tanjung Verde dengan 27 peluang, 7 diantaranya tepat sasaran. Tanjung Verde membalasnya dengan 6 tembakan, salah satunya tepat sasaran.
Sebaliknya, Timnas Argentina “hanya” melepaskan 22 tembakan, 12 di antaranya tepat sasaran, selama 120 menit melawan Tanjung Verde, yang dibalas dengan 16 tembakan, 5 di antaranya mengarah ke gawang. Tepat sasaran.
Argentina pun kebobolan dua gol, dan harus mengandalkan gol bunuh diri pemain asal Cape Verde untuk menang dengan selisih tipis 3-2.
Indikasi lain bahwa Spanyol mungkin lebih kuat dari Argentina adalah cara Argentina berjuang untuk mencapai final.
Meski menghadapi tim berperingkat jauh lebih rendah sebelum semifinal, Argentina harus mencetak gol terlebih dahulu melawan Tanjung Verde, Mesir, dan Swiss, yang semuanya diwarnai kontroversi. Bahkan saat mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal.
Di sisi lain, sejak kalah 0-0 dari Tanjung Verde, perjalanan Spanyol ke final berjalan sangat mulus meski harus melewati Portugal, Belgia, dan Prancis.
Provokasi Argentina
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


