JAKARTA (Servisenta) – Striker Prancis Kylian Mbappe untuk sementara menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia setelah mencetak dua gol saat kalah 6-4 dari Inggris dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Stadion Miami Amerika Serikat, Minggu.
Namun, Mbappe masih belum bisa melupakan kekecewaannya setelah gagal lolos ke final akibat kekalahan 0-2 dari Spanyol di laga semifinal.
Mbappe mengatakan setelah pertandingan, mengutip Fabrizio Romano: “Saya lebih suka tidak menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah jika itu berarti bisa bermain di final besok. Ini bagus untuk warisan karier saya, tetapi saat ini hal tersebut bukanlah hal pertama yang ada dalam pikiran saya.”
Dua gol tersebut menambah jumlah gol Mbappe di putaran final Piala Dunia menjadi 22 gol. Striker Real Madrid itu melampaui rekor Lionel Messi dengan 21 gol.
Meski demikian, Messi masih berpeluang melampaui rekor Mbappe yang bakal tampil membela Argentina di final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol, Senin (20/7) pukul 02.00 WIB.
Baca juga: Inggris finis ketiga setelah mengalahkan Prancis 6-4
Mbappe mencetak 22 gol hanya dalam 22 pertandingan di Piala Dunia. Empat gol ia cetak pada edisi 2018 saat Prancis menjadi juara, dan delapan gol pada Piala Dunia 2022 saat tim Prancis menjadi runner-up setelah kalah dari Argentina, serta menambah 10 gol pada edisi 2026.
Tambahan 10 gol di Piala Dunia 2026 juga menempatkan Mbappé di puncak daftar sementara peraih Sepatu Emas. Ia unggul dua gol dari Messi yang masih menyisakan satu pertandingan lagi di final.
Meski sukses meraih rekor individu, Mbappe mengaku fokus utamanya tetap membantu Prancis menang, ketimbang mengejar rekor pribadi.
Mbappe berkata: “Saya yakin Messi akan mencetak gol besok. Saya hanya berusaha membantu tim saya menang. Ketika Anda mencetak banyak gol di Piala Dunia, itu menempatkan Anda dalam kategori tertentu.”
Baca juga: Inggris Unggul Prancis 4-0 di Babak Pertama
Reporter: Hendry Sukma Indrawan
Editor: Jaafar Muhammad Siddiq
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


