JAKARTA: Kecerdasan buatan (AI) akan berperan lebih besar dalam penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 dibandingkan edisi sebelumnya. Teknologi ini tidak hanya digunakan untuk membantu wasit mengambil keputusan lebih akurat.
Teknologi ini juga mendukung analisis pertandingan, meningkatkan pengalaman penonton, dan memperkuat sistem keamanan di sekitar stadion. Sejumlah teknologi berbasis kecerdasan buatan akan diterapkan selama turnamen berlangsung.
Dari sistem deteksi intrusi semi-otomatis hingga bot keamanan, semua inovasi ini diharapkan dapat menciptakan pencocokan yang lebih adil, efisien, dan aman.
Teknologi Siluman Semi-Otomatis (SAOT)
Salah satu teknologi yang sedang disorot adalah teknologi siluman semi-otomatis (SAOT). Sistem ini dirancang untuk membantu wasit dan Video Assistant Referees (VAR) membuat keputusan offside lebih cepat dan akurat melalui dukungan kecerdasan buatan.
SAOT bekerja menggunakan 12 kamera khusus yang dipasang di sekitar lapangan untuk memantau pergerakan pemain dan bola secara real time. Kamera tersebut mampu melacak hingga 29 titik data di tubuh setiap pemain, termasuk kepala, tangan, kaki, dan bagian tubuh lain yang relevan untuk mengidentifikasi offside.
Data dikumpulkan sebanyak 50 kali per detik sehingga lokasi pemain dapat diketahui dengan tingkat akurasi yang tinggi. Jika sistem mendeteksi kemungkinan offside, peringatan akan otomatis dikirimkan ke VAR.
Namun keputusan akhir tetap berada di tangan petugas VAR sebelum diserahkan kepada wasit di lapangan. Dengan bantuan AI, proses identifikasi intrusi yang dulunya dilakukan secara manual kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan detik.
Bola pertandingan yang cerdas
Piala Dunia 2026 juga akan menggunakan bola pintar bernama Trionda yang dikembangkan Adidas. Bola pintar ini dilengkapi dengan sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang ditempatkan di tengah bola untuk mengirimkan data pergerakan secara real-time ke sistem pertandingan dan VAR.
Sensor ini mampu mendeteksi secara akurat kapan bola ditendang, disentuh, atau berubah arah. Data dikirimkan hingga 500 kali per detik sehingga setiap pergerakan bola dapat terekam secara detail dalam ruang 3D.
Informasi ini membantu menentukan titik passing ketika terjadi sedikit situasi offside. Selain untuk mendukung keputusan offside, Smart Match Ball juga dapat digunakan untuk meninjau insiden handball, sentuhan terakhir sebelum bola keluar dari permainan, dan banyak momen penting lainnya.
Kombinasi kecerdasan buatan dan sensor pintar diharapkan dapat membuat keputusan pertandingan menjadi lebih obyektif dan mengurangi potensi kontroversi.
Avatar pemutar 3D berkemampuan AI
Teknologi Avatar Pemain 3D bertenaga AI memungkinkan setiap pemain memiliki model digital 3D yang dibuat melalui proses pemindaian tubuh sebelum turnamen dimulai. Model digital ini digunakan untuk meningkatkan akurasi sistem pelacakan pemain selama pertandingan.
Proses pemindaiannya hanya memakan waktu sekitar satu detik, namun mampu menangkap ukuran dan bentuk tubuh pemain secara akurat. Data tersebut kemudian diolah oleh kecerdasan buatan sehingga sistem tetap dapat melacak pergerakan pemain, termasuk saat mereka dilindungi oleh pemain lain atau bergerak dengan kecepatan tinggi.
Hal ini membuat sistem siluman semi-otomatis bekerja lebih akurat dibandingkan sebelumnya. Teknologi ini juga meningkatkan pengalaman menonton. Ketika terjadi keputusan offside, data yang digunakan VAR akan divisualisasikan dalam animasi 3D sehingga penonton lebih mudah memahami alasan di balik keputusan wasit, baik di lapangan maupun melalui siaran TV.
Robot keamanan berbasis Kecerdasan Buatan
Penggunaan kecerdasan buatan di Piala Dunia 2026 tidak hanya sebatas manajemen pertandingan. Teknologi ini juga diterapkan pada sistem keamanan melalui penggunaan robot berkaki empat berbentuk anjing yang akan membantu petugas melakukan patroli dan pemantauan di sekitar stadion.
Robot-robot tersebut dilengkapi dengan berbagai sensor, kamera, dan sistem kecerdasan buatan yang memungkinkan mereka menjelajahi area berbahaya tanpa membahayakan personel keamanan. Robot juga dapat mengirimkan video langsung ke pusat komando sehingga situasi dapat dipantau sebelum diambil tindakan.
Selain itu, alat ini dapat digunakan untuk memeriksa objek mencurigakan dan area yang sulit dijangkau manusia. Penggunaan robot keamanan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan selama Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda
(MMI)
(Tag untuk terjemahan)Kecerdasan Buatan

