Kaspersky menangkis 140 juta upaya phishing pada kuartal pertama tahun 2026, banyak di antaranya menggunakan kecerdasan buatan

Kaspersky menangkis 140 juta upaya phishing pada kuartal pertama tahun 2026, banyak di antaranya menggunakan kecerdasan buatan

JAKARTA: Lanskap ancaman dunia maya global menjadi semakin mengkhawatirkan seiring dengan meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan oleh para penjahat.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh perusahaan keamanan siber Kaspersky, teknologi anti-phishingnya berhasil memblokir lebih dari 140 juta upaya phishing dan penipuan di seluruh dunia hanya dalam kuartal pertama (Q1) tahun 2026. Fenomena ini menggarisbawahi besarnya ancaman digital yang mengintai di kalangan pengguna internet saat ini.
Survei global yang dilakukan oleh pusat riset pasar Kaspersky pada Maret 2026 terhadap 7.200 peserta di 18 negara – termasuk Indonesia – menunjukkan bahwa lebih dari separuh peserta pernah mengalami penipuan online dalam setahun terakhir. Sementara itu, 45% di antaranya mengaku pernah menjadi korban serangan siber, seperti akun media sosial diretas, kebocoran data, hingga infeksi malware.

Para ahli dari Kaspersky mengungkapkan bahwa para penjahat sangat beradaptasi dengan tren global. Misalnya, pada bulan Maret 2026, lonjakan aktivitas penipuan yang mengeksploitasi Piala Dunia FIFA 2026 terdeteksi, dengan penipu membuat situs web palsu yang meniru saluran resmi turnamen untuk memikat korban.
Tidak hanya itu, penipuan kini menjadi semakin meyakinkan karena pelakunya memanfaatkan kebocoran data pribadi dari insiden pelanggaran data sebelumnya atau infeksi malware untuk mencuri informasi guna menyusun pesan yang sangat ditargetkan.
Menanggapi ancaman berbasis AI yang semakin kompleks ini, Kaspersky menyempurnakan lini produk Kaspersky Premium dengan teknologi deteksi berbasis AI dan pembelajaran mesin (ML). Untuk memberikan transparansi dan kenyamanan kepada pengguna Windows dan macOS, semua kemampuan perlindungan ini kini digabungkan menjadi satu blok khusus yang disebut AI Fraud Protection.
Fitur komprehensifnya mencakup pemeriksa kebocoran data dan pencurian identitas, pengelola kata sandi Kaspersky, dan teknologi perlindungan perilaku seperti System Watcher untuk memantau aktivitas mencurigakan secara real-time. Sedangkan untuk versi seluler, sistem proteksi ini tetap bekerja secara otomatis di latar belakang.
Marina Titova, Wakil Presiden Bisnis Konsumen di Kaspersky, menekankan bahwa penipuan berbasis AI benar-benar mewakili realitas baru yang sangat sulit dikenali oleh mata manusia. Oleh karena itu, mengandalkan kewaspadaan diri saja tidak lagi cukup.
Mengintegrasikan AI tingkat lanjut ke dalam solusi Kaspersky dirancang untuk secara langsung dan proaktif melindungi setiap aspek interaksi digital pengguna.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda

(MMI)

(Tag untuk terjemahan)Keamanan siber