JAKARTA: Google memperkenalkan strategi baru yang menggabungkan kekuatan pencarian AI dan YouTube untuk membantu bisnis meningkatkan penjualan online mereka.
Langkah tersebut diumumkan pada acara Google Marketing Live Southeast Asia 2026 di Singapura, seiring dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan (AI) dalam mencari informasi dan mengambil keputusan berbelanja.
Google telah mengungkapkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan dalam layanan pencariannya kini telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa.
Berdasarkan survei yang dikutip oleh perusahaan, 82% pengguna AI Ringkasan dan Mode AI di Asia Tenggara mengklaim bahwa mereka mampu mengambil keputusan berbelanja lebih cepat, sementara 80% merasa lebih percaya diri saat berbelanja berkat fitur AI di Google Penelusuran.
Perubahan perilaku ini tampak lebih nyata di kalangan generasi muda. Hingga 86% Gen Z mengatakan bahwa fitur AI di Google Penelusuran membantu mereka mengurangi kelelahan pengambilan keputusan atau keletihan dalam menentukan pilihan karena AI mampu menyampaikan informasi penting dengan lebih cepat.
Mengingat tren ini, Google memperkirakan masa depan perdagangan digital tidak hanya bergantung pada mesin pencari atau media sosial saja, namun pada hubungan antara pencarian berbasis AI, konten video, dan pengalaman berbelanja yang lebih lancar.
Sapna Chadha, wakil presiden Google untuk Asia Tenggara dan Asia Selatan, mengatakan bahwa kecerdasan buatan telah mengubah cara orang menjelajahi Internet dan berbelanja, khususnya di Asia Tenggara.
“Ketika masyarakat menyadari betapa besar manfaat Google Penelusuran bagi mereka, kecerdasan buatan mengubah cara mereka menjelajah dan berbelanja, khususnya di Asia Tenggara,” kata Sapna.
Dia menambahkan bahwa Google kini meningkatkan kemampuan pencariannya sambil memanfaatkan kekuatan pembuat konten YouTube sehingga bisnis dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen dan mendorong transaksi langsung.
Menurutnya, solusi pengukuran berbasis AI generasi baru juga membantu pengiklan memahami laba atas investasi (ROI) mereka dengan lebih akurat.
Perdagangan video berkembang di Asia Tenggara
Google memperkirakan Asia Tenggara kini menjadi salah satu pusat pertumbuhan video commerce dunia. Mengacu pada laporan e-Economy 2025, nilai perdagangan berbasis video akan meningkat lima kali lipat pada tahun 2022 hingga 2025, dan kini mewakili sekitar 25% dari total nilai barang dagangan e-commerce (GMV) di wilayah tersebut.
Perkembangan ini juga terlihat pada tumbuhnya program afiliasi YouTube. Sejak diluncurkan dua tahun lalu, lebih dari 6 juta video di Asia Tenggara memiliki tag produk yang dapat dibeli langsung oleh penonton.
Google juga mengatakan bahwa lebih dari 50% pembuat konten yang memenuhi syarat telah bergabung dengan program ini, sementara total pembayaran kepada pembuat konten telah meningkat lebih dari 105% dari tahun ke tahun.
Menurut Google, pertumbuhan yang tinggi tersebut tidak lepas dari tingkat kepercayaan pengguna terhadap kreator YouTube.
Survei independen yang dikutip oleh perusahaan menunjukkan bahwa penonton di sejumlah negara Asia Tenggara lebih mempercayai rekomendasi para kreator YouTube dibandingkan kreator di platform lain, termasuk TikTok dan Meta, ketika ingin membeli suatu produk.
Tiga solusi baru untuk pengiklan
Untuk memanfaatkan momentum ini, Google telah memperkenalkan tiga solusi baru yang menghubungkan Google Penelusuran dengan ekosistem YouTube sehingga perjalanan konsumen mulai dari penelusuran produk hingga pembayaran dapat berjalan lebih lancar.
Solusi pertama adalah Commerce Media Suite. Platform ini dirancang untuk membantu pasar dan merek menghubungkan iklan YouTube langsung ke halaman pembayaran dengan memanfaatkan sinyal belanja real-time, seperti produk yang dicari pengguna dan item yang mereka tambahkan ke keranjang belanja.
Dengan cara ini, iklan yang ditampilkan menjadi lebih relevan dan berpotensi meningkatkan konversi penjualan.
Google mengatakan Commerce Media Suite saat ini sedang diuji dengan Shopee. Dalam uji coba awal, merek kosmetik Maybelline dikatakan mampu mencatat peningkatan pendapatan tambahan sebesar 7,4% sekaligus mempertahankan tingkat laba atas belanja iklan (ROAS) yang kuat.
Fitur kedua adalah promosi kemitraan pencipta, yang sebelumnya dikenal sebagai iklan kemitraan. Dengan fitur ini, suatu brand dapat mempromosikan video kreator di YouTube secara langsung sebagai iklan menggunakan akun kreator tersebut.
Pendekatan ini memungkinkan kampanye menjangkau audiens yang lebih luas daripada hanya mengandalkan jangkauan organik, sekaligus meningkatkan keterlibatan dengan konten pembuat konten.
Google juga mengumumkan Affiliate Partnerships Boost, sebuah solusi yang memungkinkan pasar dan pengecer memperluas jangkauan video afiliasi berkinerja tinggi ke dalam iklan berbayar.
Dengan model ini, produk dapat menjangkau calon pembeli yang lebih banyak, sedangkan kreator mendapat penghasilan komisi tambahan jika iklan berhasil menghasilkan transaksi penjualan. Asia Tenggara adalah salah satu wilayah pertama di dunia yang menguji coba solusi ini dengan Shopee.
Google percaya bahwa kombinasi pencarian AI, YouTube, dan ekonomi kreator akan menjadi landasan baru perdagangan digital di Asia Tenggara.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda
(MMI)
(tag untuk terjemahan)Internet


