Prancis vs Inggris: Tim Prancis lebih serius karena misi terbaru Mbappe

Prancis vs Inggris: Tim Prancis lebih serius karena misi terbaru Mbappe

Jika Inggris berusaha mempertahankan rekor bagusnya melawan Prancis di beberapa Piala Dunia terakhir, perebutan tempat ketiga bisa sama serunya dengan final.

JAKARTA (Servisenta) – Inggris dan Prancis mengumumkan laga ketiga di Hard Rock Stadium, Miami, Florida, AS, pada Minggu (18/7) pukul 04.00 WIB tidak terlalu penting.

Namun tingkat keseriusan Prancis di laga ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Inggris, mengingat Prancis sedang berusaha menjadikan striker sekaligus kaptennya Kylian Mbappe sebagai top skorer Piala Dunia 2026.

Mengingat betapa sulitnya lawan menembus gawang Spanyol, bahkan Argentina, serta kemungkinan Thomas Tuchel menurunkan lebih banyak gelandang dibandingkan Didier Deschamps, peluang Mbappe mengakhiri turnamen ini dengan trofi Sepatu Emas individu lebih besar dibandingkan Lionel Messi.

Kombinasi Mbappe dan Messi masing-masing menghasilkan delapan gol di turnamen FIFA yang pertama kali diikuti 48 tim.

Harry Kane atau Jude Bellingham yang masing-masing mencetak enam gol, masih berpeluang melampaui pencapaian Messi dan Mbappe jika mencetak gol. trik topi Pada perebutan tempat ketiga, Mbappe dan Messi sama-sama tidak mencetak gol di laga terakhir mereka di Piala Dunia ini.

Deschamps sendiri memberikan pernyataan yang lebih kuat dibandingkan Tuchel bahwa perebutan tempat ketiga tetap penting karena finis ketiga lebih baik dibandingkan finis keempat.

Namun, Deschamps, yang akan mengakhiri tugasnya sebagai pelatih Prancis, mungkin tertarik untuk mempersembahkan sisa penghargaan penting Piala Dunia, Sepatu Emas, kepada Prancis.

Dalam kasus seperti itu, Sepatu emas Hal ini juga menjadi sangat bergengsi, karena merupakan bentuk supremasi Perancis atas seluruh Argentina dan Spanyol.

Jika benar Deschamps menginginkan hal tersebut, kemungkinan besar ia tak akan melakukan banyak perubahan di lini depan. Mbappé dan Michael Olise akan tetap terlibat sejak awal.

Di sisi lain, lini tengah dan pertahanan Prancis, terutama pasca cederanya bek tengah William Lintassa, akan banyak mengalami perubahan dari skuad yang kalah 0-2 dari Spanyol di semifinal lalu.

Ryan Chergui, Marcus Thuram, Magennis Accleoch, Jean-Philippe Mateta, N’Golo Kante, dan Warren Zaire Emery termasuk di antara pemain lini kedua yang berpeluang bermain lebih lama, baik sebagai starter maupun pemain pengganti.

Dengan kedalaman skuad yang seimbang, Deschamps tidak memiliki banyak masalah dalam merotasi skuadnya. Yang dilakukannya hanyalah mengkalibrasi ulang tim agar kembali ke gaya bermain biasa Timnas Prancis, yang tidak tampil melawan Spanyol karena terkesan dengan perkembangan pertandingan La Roja.

Prancis perlu melakukan hal tersebut, karena akan lebih baik jika mereka menyelesaikan tiga Piala Dunia berturut-turut di tiga besar, setelah menjuarai Piala Dunia 2018 dan finis kedua pada 2022.

Baca Juga: Rekor Laga Prancis Vs Inggris: The Blues Berjaya

Hak Cipta © Antara 2026

Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.