Jakarta (Servisenta) – Klub Spanyol Valencia resmi mendatangkan gelandang Ryunosuke Sato dari klub Jepang FC Tokyo pada bursa transfer pemain musim panas ini.
Menurut laman resmi klub, pada Selasa lalu, Valencia mencapai kesepakatan dengan klub Tokyo tersebut untuk melakukan transfer pemain berusia 19 tahun tersebut.
Ryunosuke Sato akan mendapat kontrak selama lima musim atau hingga musim panas 2031, dan akan menjadi pemain Jepang pertama yang berseragam tim utama Valencia.
Valencia menjelaskan, keputusan klub mendatangkan Sato karena sang pemain mempunyai kemampuan bermain di berbagai posisi lini tengah, baik saat melakukan intervensi dari sisi kiri atau kanan, serta saat mempercepat serangan dari tengah.
Pemain berusia 19 tahun ini merupakan pemain yang luar biasa berkat fleksibilitas, kecepatan, kemampuan kerja sama tim, dan keterampilan teknisnya untuk melewati lawan, terutama di ruang sempit.
Baca Juga: Barcelona Gagal Akhiri Musim dengan Indah Usai Kalah dari Valencia 1-3
Sato merupakan pemain yang memulai karirnya di akademi FC Tokyo dan berhasil mencetak sejarah pada tahun 20203 sebagai pemain termuda klub yang melakukan debut untuk tim utama pada usia 16 tahun.
Selanjutnya, Sato dipinjamkan ke Fagaiano Okayama dan ini menjadi langkah besar dalam perkembangannya hingga meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik J-League 2025.
Setelah itu, Sato kembali membela FC Tokyo dan berhasil mencatatkan 19 pertandingan resmi, berhasil mencetak enam gol dan memberikan 19 assist.
Di tingkat internasional, Sato telah menjadi pemain kunci di hampir setiap kelompok umur untuk tim nasionalnya.
Beberapa bulan lalu, ia menjuarai Piala AFC U-23. Dalam turnamen tersebut, ia dinobatkan sebagai pemain terbaik sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak turnamen tersebut dengan empat gol.
Komunikasi Resmi | Ryunosuke Sato #benfengotsato#ADNVCF
– Klub Valencia (@valenciacf) 7 Juli 2026
Wartawan : Aldi Sultan
Redaktur: Junaidi Suswanto
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


